Showing posts with label Pembuatan Media Tanam. Show all posts
Showing posts with label Pembuatan Media Tanam. Show all posts

Thursday, January 4, 2024

Pembuatan Media Tanam Kultur Jaringan dengan Racikan Unsur Hara Mikro dan Makro

 Pembuatan Media Tanam Kultur Jaringan dengan Racikan Unsur Hara Mikro dan Makro


Di UPTD. BPPSTPHBUN dalam proses pembuatan media tanam khususnya di laboratorium anggrek menggunakan dua cara yakni dengan cara instan menggunakan agar-agar instan dan media MS (yang didalamnya sudah mengandung unsur hara mikro dan makro), sedangkan cara racikan adalah menambahkan unsur hara makro dan mikro secara terpisah dan melakukan pengaturan pH media tanamnya menggunakan pH meter digital. 

Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media tanam untuk kultur jaringan, yakni sebagai berikut: 

Alat: 

  • Gelas ukur 1L dan 2L
  • Panci 
  • Blender
  • Spatula
  • Timbangan
  • Soup ladle stainless
  • Corong 
  • Botol kaca 
  • pH Meter

Bahan: 

  • Buah pisang hijau/ambon (150 gr.L air)
  • Air kelapa (150 ml)
  • Arang aktif 2gr/L
  • Gandasil 2 gr/L
  • agar-agar 8gr/L
  • gula 20 gr/L
  • Cuka 
  • Makro
    • CaCl2 2H2O : 0,33gr/L
    • KNo3 : 1.9 gr/L
    • KH2PO4 : 0,17 gr/L
    • NH4 NO3 : 1,65 gr/L
  • Mikro (Larutan stok)
    • FeSO4 : 10 ml/L
    • Na2EDTA : 10 ml/L
    • MnSO4 : 10 ml/ L
    • ZnSO4 : 10ml/L
    • H3BO3 : 10 ml/L
    • Kl : 2ml/L
    • Na2MoO4 : 2ml/L
    • Cu SO4 5H2O : 0,1ml/L
    • C0Cl2 6H2O : 0,1ml/L
  • Vitamin
    • Myomsitol 0,1 gr/L
    • Triamin 0,5 mg/L => 0,005 +100 ml = 10ml/L

Proses Kerja: 

Kegiatan ini dilaksanakan di laboratorium UPTD BPPSTPHBUN dengan pembuatan media tanam sebanyak 4 liter. Langkah-langkah yang dilakukan yakni: 

  1. Sterilisasi alat atau botol dan tutup karet ke dalam autoclave selama 30 menit. 
  2. Mempersiapkan seluruh alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media tanam.
  3. Menimbang buah pisang sebanyak 150gr/L air dan di blender hingga halus.
  4. Mempersiapkan air kelapa sebanyak 400 ml air kelapa. 
  5. Memasukkan buah pisang dan air kelapa ke dalam panci 
  6. Menimbang seluruh bahan makro, dan dimasukkan kedalam panci
  7. Mengukur semua larutan stok menggunakan gelas ukur, dan dimasukkan ke dalam panci.
  8. Memasukkan agar-agar sebanyak 8gr/L air ke dalam larutan yang ada di dalam panci
  9. Memasukkan arang aktif sebanyak 2gr/L air  dan gula sebanyak 20gr/L dan terakhir gandasil sebanyak 2 gr/L air ke dalam panci. 
  10. Kemudian mengecek pH larutan menggunakan pH meter elektrik, dan diberi sedikit larutan cuka untuk mengatur tingkat keasaman larutan. 
  11. Langkah berikutnya adalah memasak larutan menggunakan panci dengan api kecil cenderung sedang hingga larutan mendidih. 
  12. Setelah mendidih larutan dimasukkan kedalam botol kultur jaringan menggunakan corong sebanyak 1 soup ladle. Jika seluruh larutan sudah habis kemudian botol di tutup menggunakan penutup karet dan kembali di sterilisasi ke dalam autoclave selama 1 jam. 
  13. Setelah sterilisasi media, kemudian media di rebahkan secara horizontal, diberikan label, dan disimpan dalam lemari penyimpanan.
  14. Media sub-kultur didiamkan kurang lebih 3-7 hari sebelum bisa digunakan untuk menanam tanaman, untuk melihat apakah media yang dibuat mengalami kontaminasi bakteri/jamur atau tidak. Jika media tetap bersih dan tidak ada berwarna putih akibat kontaminasi bakteri, artinya bahwa media dapat digunakan untuk multiplikasi sub-kultur.
  15. Setelah itu, media diberikan label sesuai dengan tanggal pembuatanya.
  16. Barulah Larutan siap untuk digunakan 

Dokumentasi: 










Sunday, November 5, 2023

Cara Menanam Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.) dari Batang dan Pembuatan Media Tanamnya

Cara Menanam Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.) dari Batang dan Pembuatan Media Tanamnya

    Di Kebun Luwus, khususnya di taman anggrek tidak hanya terdapat kegiatan kultur jaringan, pembibitan cabai saja, tetapi juga ada kegiatan penanaman tanaman Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.). Tanaman puring merupakan jenis tanaman hias perdu yang memiliki vaerietas cukup bervasiasi dan perkembangbiakannya cukup mudah dan tanaman ini mudah beradaptasi pada suatu lingkungan tertentu. 

Persiapan Media Tanam

Cara dalam menanam tanaman puring terbilang cukup mudah untuk dilakukan. Sebelum penanaman puring, sama hal nya dengan menanam tanaman lain hal yang pertama kali yang perlu dipersiapkan adalah media tanamnya. Meskipun tanaman puring ini terbilang cukup mudah untuk tumbuh dan beradaptasi pada lingkungan tertentu, namun penting pula untuk mempersiapkan media tanam yang terbaik supaya tanaman puring dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Persiapan media tanam dilakukan dengan mempersiapkan tiga komposisi utama  yakni: 1) Tanah subur; 2) Sekam; dan 3) Pupuk Kandang (Sapi). Tiga komposisi dicampur menjadi satu. Tanah subur bertujuan untuk membantu Langkah berikutnya adalah memasukkan media tanam ke dalam polybag yang berukuran kecil.  Setelah itu polybag ditata dengan 10 polybag pada tiap barisnya. 



Penanaman Tanaman Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.)

Langkah pertama yang dilakukan dalam penanaman tanaman puring dari batang adalah pemilihan batang yang terlihat kuat,  batang terlihat kokoh,kurang lebih ukuran diameternya sebasar pensil, panjangnya 20 cm. Batang kemudian di potong menggunakan gunting khusus untuk memotong tanaman. Setelah itu batang di rendam dengan menggunakan ember selama 2-3hari. Kemudian batang ditancapkan pada media tanam polybag  yang sudah di tata sebelumnya. Langkah berikutnya adalah pemeliharaan tanaman dengan menyiram dan menyiang tanaman jika terdapat gulma yang tumbuh disekitar bibit tanaman puring. 

Wednesday, November 1, 2023

Media MS (Murashige dan Skoog) sebagai Media Dasar dalam Kultur Jaringan

  Pembuatan Media Tanam Tanaman Anggrek Bulan Menggunakan Media MS

    Pembuatan media tanam tanaman anggrek saya lakukan bersama dengan rekan-rekan yang lainnya. Media yang kami buat sebanyak 2 liter. Adapun beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media. 

Alat: 

  1. Gelas ukur 1L dan 2L
  2. Panci 
  3. Blender
  4. Spatula
  5. Timbangan
  6. Soup ladle stainless
  7. Corong 
  8. Botol kaca 

Bahan: 

  1. Air kelapa 150 gr/L
  2. Gula 20 gr/L
  3. Agar plan 1 saset/L
  4. Pisang ambon 150gr/L
  5. Arang 1 gr/L
  6. Air steril hingga mencapai 1L (850ml)
  7. Media Murashige dan Skoog (MS) 4,43 gr/L

Langkah Kerja membuat media sebanyak 2L: 

  1. Sterilisasi alat atau botol dan tutup karet ke dalam autoclave selama 30 menit. 
  2. Mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan. 
  3. Menyiapkan air kelapa sebanyak 300ml. 
  4. Menimbang gula sebanyak 40gr dan kemudian masukan kedalam larutan air kelapa. 
  5. Menimbang MS sebanyak 4,43 gr/L sebanyak 2x sehingga memperoleh 8,46 gr MS. Kemudian dimasukkan ke dalam larutan air kelapa. 
  6. Kemudian menimbang 300 gr pisang dan di blender hingga halus. Kemudisn memasukkannya kedalam larutan air kelapa. 
  7. Selanjutnya memasukkan 2 gr arang dan 2 saset agar-agar plan kedalam larutan air kelapa.
  8. Setelah seluruh bahan tercampur rata kemudian ditambahkan air steril hingga mencapai 2L. 
  9. Langkah berikutnya adalah memasak larutan menggunakan panci dengan api kecil cenderung sedang hingga larutan mendidih. 
  10. Setelah mendidih larutan dimasukkan kedalam botol kultur jaringan menggunakan corong sebanyak 1 soup ladle. Jika seluruh larutan sudah habis kemudian botol di tutup menggunakan penutup karet dan kembali di sterilisasi ke dalam autoclave selama 1 jam. 
  11. Setelah sterilisasi media, kemudian media di rebahkan secara horizontal, diberikan label, dan disimpan dalam lemari penyimpanan.
  12. Media sub-kultur didiamkan kurang lebih 3-7 hari sebelum bisa digunakan untuk menanam tanaman, untuk melihat apakah media yang dibuat mengalami kontaminasi bakteri/jamur atau tidak. Jika media tetap bersih dan tidak ada berwarna putih akibat kontaminasi bakteri, artinya bahwa media dapat digunakan untuk multiplikasi sub-kultur. 

Dokumentasi kegiatan: 

Gambar 1. Sterilisasi Botol untuk Media Tanam menggunakan Autoclave
(Dokumentasi Pribadi)
 
Gambar 2. Menimbang Media MS, Gula dan Bahan lainnya
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3. Memanaskan semua Bahan larutan menggunakan Panci
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 4. Memasukan Larutan Media ke dalam Botol Kaca yang sudah Disterilisasi
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 5. Pelabelan Media Tanam Sub Kultur
(Dokumentasi Pribadi)

Mengoker: Tujuan, Kegunaan, dan Prosedur Kerja Mengoker Jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula)

 Mengoker Jeruk Tejakula dari Bedengan menggunakan Alat Khusus dan dipindahkan ke Polybag

    Istilah mengoker merupakan pengambilan bibit tanaman yang sudah siap disalurkan (setelah mendapatkan label) menggunakan alat khusus. Pengambilan bibit dilakukan apabila perbanyakan benih dilakukan di lahan dengan pembuatan bedengan (gundukan) yang kemudian bibit tersebut dipindahkan ke polybag. 

Tujuan Kegiatan Mengoker Jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula)

    Pemindahan bibit tanaman ke dalam media tanam pada polybag biasanya dikenal dengan replanting (Parwati, Y. 2020). Di Lahan UPTD. BPPSTPHBUN okulasi bibit tanaman yang sudah mencapai umur 3 bulan untuk perbanyaka yang dilakukan menggunakan bedengan nantinya akan dipindahkan ke polybag untuk siap di salurkan ke masyarakat.

Kegunaan Kegiatan Mengoker Jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula)

  • Meningkatkan ruang tumbuh tanaman jeruk. Karena dengan pemindahan tanaman ke dalam polybag memberikan ruang tumbuh yang lebih besar.
  • Untuk meningkatkan estetika dan menambah nilai jual tanaman jeruk. 
  • Memudahkan penyaluran bibit tanaman jeruk. Biasanya bibit tanaman jeruk dijual menggunakan polybag-polybag. Hal ini memudahkan bagi penjual untuk menyalurkan bibit. 

Prosedur Kerja Mengoker Jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula)

    Kegiatan ini dilakukan apabila tanaman jeruk yang ditanam pada bedengan, karena kegiatan ini merupakan kegiatan pemindahan bibit tanaman jeruk ke dalam polybag. Menurut petani yang bekerja di lahan, tidak semua bibit tanaman jeruk dapat dipindahkan ke dalam polybag, terdapat beberapa kriteria untuk memindahkan bibit yang baik, antara lain:

  1. Kondisi tanaman jeruk sehat. 
  2. Mata tempel sudah tumbuh tinggi dan berkembang menjadi bibit tanaman.
  3. Warnanya sudah hijau tua, jika warna daun dan batangnya masih hijau mudah belum bisa di pindahkan ke polybag.
  4. Memiliki batang yang hijau, kuat, dan kokoh.

    Setelah memilih tanaman jeruk yang siap di pindahkan, barulah tanaman diambil dengan cara di cungkil menggunakan alat khusus berupa linggis dengan kedalaman 10cm kemudian jika perakarannya masih panjang maka di potong. Proses ini dilakukan di sekitar tanaman (disamping-samping bibit tanaman yang akan diambil) hingga membentuk setengah lingkaran kemudian diakhir di cungkil kembali hingga tanaman dan tanahnya tercabut. Menurut petani, tanahnya tidak boleh pecah saat proses pengambilan atau, karena dapat menyebabkan kematian pada bibit tanaman. Diusahakan tanah dan bibit tanamannya tetap menyatu. Namun untuk tanaman jeruk lebih tahan ketika tanahnya pecah dari pada tnaamn durian. Akan tetapi harus segera dipindahkan ke media tanam yang baru dan segera disiram agar bibit tanaman jeruk tidak cepat layu dan mati. 

Sumber: 

  1. Parwati, Y. N. K. 2020. Diskusi Pemindahan Bibit Tanaman. https://kkn.undiksha.ac.id/blog/diskusi-pemindahan-bibit-ke-polybag [Diakses pada 01 November 2023].

Dokumentasi Kegiatan: 

Gambar 1. Kegiatan Mengoker 
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 2. Kegiatan Pemindahan Bibit Tanaman ke Media Tanam Baru 
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3. Kegiatan Pemindahan Bibit Tanaman ke Media Tanam Baru 
(Dokumentasi Pribadi)


Tuesday, October 17, 2023

Pembuatan Media Tanam

Pembuatan Media Tanam 

        Media tanam adalah substansi dimana tempat tumbuhnya akar tanaman, tempat mengekstrak unsur hara dan air (Landis et al. 2014). Menurut (Febriani, dkk. 2021) media tanam merupakan substrat atau kombinasi subtrat yang digunakan untuk menumbuhkan suatu tanaman. Jadi dapat disimpulkan bahwa media tanam merupakan suatu tempat atau subtrat serta kombinasi substrat yang berguna untuk menumbuhkan tanaman, mengekstrak unsur hara dan air. Faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan pada tanaman adalah media tanam. Setiap jenis tanaman memerlukan sifat dan karakteristik media tanam yang berbeda-beda tergantung jenis tanamannya.(Adiprasetyo, dkk. 2020)

Pembuatan Media Tanam Tanaman Cabai Rawit (Capsicum annuum L.) varietas Sret

        Menurut Harpenas & Dermawan (2010), tanaman cabai yang memiliki sifat tidak mengenal musim merupakan salah satu sifat tanaman cabai yang digemari oleh petani. Varietas yang banyak dibudidayakan dan digemari petani adalah varietas Sret, karena varietas ini cukup adaptif dan berdaya hasil tinggi (Arifin, et al. 2022).  Di UPTD. BPPSTPHBUN varietas tanaman cabai yang dibudidayakan adalah varietas Sret. Varietas cabai ini memang banyak ditemukan di daerah tabanan dan tidak sulit untuk melakukan perbanyakan pada jenis cabai ini. Tanaman cabai varietas Sret dirasa cocok untuk ditanam di kawasan yang kering (Arifin, et al. 2022). 


        Media tanam sangat penting bagi tanaman karena untuk tempat tanaman bertumbuh dan berkembang serta mendapatkan zat hara. Kegiatan pembibitan tanaman pasti membutuhkan media tanam karena media tanam merupakan komponen yang paling utama dalam proses pembibitan. Di UPTD. BPPSTPHBUN  tidak hanya pembibitan anggrek saja tetapi juga ada pembibitan tanaman cabai rawit (Capsicum annuum L.). Selain di laboratorium saya juga belajar cara membuat media tanam tanaman cabai rawit varieta Sret. Kegiatan ini saya dan rekan-rekan dibantu oleh 2 pegawai di taman anggrek. Media tanam yang digunakan berupa tanah subur yang dicampur dengan beberapa campuran komposisi didalamnya, yaitu antara lain: 

  • Tanah Subur (top soil)
  • Thricoderma
  • Pupuk kandang Sapi 
  • Sekam 

Proses Pembuatan Media: 

     Cara pembuatan media taman untuk pembibitan tanaman cabai terbilang cukup mudah untuk dilakukan, hanya dengan mencampurkan tanah dengan 3 komposis lainya. Lebih lengkapnya, kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut: 

  1. Menyiapkan media tanam berupa tanah subur yang dicampur dengan sekam padi dan ditambah dengan pupuk. Tujuannya adalah supaya media tanam tidak padat dan bibit tanaman cabai dapat nutrisi air yang cukup hingga ke akarnya. 
  2. Setelah itu memilih bibit tanaman cabai yang unggul dengan ukuran yang sudah besar dengan kondisi batang yang tegak lurus dan sehat. Bibit tanaman cabai yang kuning dan kecil tidak digunakan. 
  3. Kemudian tanah dicampur menggunakan pupuk kandang khusunya kotoran sapi. Kotoran sapi yang sudah kering. Dengan perbandingan 2:1 untuk mempercepat pertumbuhan bibit tanaman cabai. Pupuk kandang kotoran sapi bermanfaat dalam menambah ketersediaan hara pada media tanam serta mampu meningkatkan porositas tanah dan kemampuan media tanam dalam menyimpan ketersediaan air (Sugianto dan Kamelia 2021). 
  4. Lalu dicampur dengan thricoderma. Tujuannya untuk pengendali jamur patogen, trichoderma memiliki beberapa manfaat yang lain seperti biofungisida, dimana sebagai fungisida hayati yang bermanfaat dalam mengendalikan jamur patogen.
  5. Kemudian menyiapkan polybag besar yang sudah diisi setengah nya dengan tanah subur yang sudah dicampur dengan pupuk dan sekam.
  6. Memindahkan bibit cabai ke dalam polybag besar dengan hati-hati dan diisi lagi menggunakan tanah subur hingga volumenya memenuhi permukaan polybag. 
  7. Kegiatan ini terus diulangi hingga semua bibit tanaman cabai habis.

Gambar 1. Media Tanam Tanaman Cabai varietas Sret
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Friday, October 6, 2023

Aktivity Week 3

 Kegiatan Minggu Ke-3

Halo...
    Kembali lagi di minggu ke-3 magang di UPTD. BPPSTPHBUN Luwus. Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan kembali aktivitas saya selama minggu ke-3 ini. 

    Seperti biasanya, di pagi hari saya bersama rekan-rekan diberikan pengarahan dan beberapa materi informasi baru dari Bapak Wayan Suartana selaku Mentor di tempat magang. Kami diberikan pengarahan selama 15 menit terkait dengan kegiatan yang akan kami lakukan. 

Pemeliharaan Tanaman Jeruk Tejakula

    Kegiatan di pagi hari saya bersama ketiga rekan yang lainnya berkegiatan di lapangan. Salah satunya di kebun jeruk. Kegiatan yang saya lakukan adalah melanjutkan mewiwil atau pewiwilan. Karena setelah seminggu, tunas air atau tunas samping yang ada di sekitar mata tunas sudah mulai tumbuh kembali, sehingga harus segera di wiwil agar tidak mengganggu produktivitas dari mata tunas tempel yang tumbuh. Kegiatan ini sangat mempengaruhi pertumbuhan dari mata tempel untuk mendapatkan nutrisi. Selain itu, mewiwil ini juga berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dari mata tempel menjadi lebih cepat. 

Pengendalian OPT (Organisme Penganggu Tanaman) atau Hama. 

    Tidak hanya kegiatan pemeliharaan tanaman jeruk Tejakula saja yang saya lakukan, tetapi juga melaksanakan kegiatan pengendalian OPT atau Hama untuk varietas tanaman jeruk Tejakula. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga tanaman jeruk agar tidak terserang hama atau serangga. Penggunaan Insectisida bertujuan untuk menekan atau mengurangi populasi jasad pengganggu seperti hama, penyakit, dan gulma sampai di bawah batas nilai ambang ekonomi, tanpa menimbulkan dampak resistensi tanaman, resurgensi, keracunan tanaman pokok dan pencemaran lingkungan. Bahan yang digunakan berupa Insectisida dengan konsentrasi 2cc/liter air menggunakan alat semprot sprayer. Aplikasi menggunakan teknik penyemprotan, merupakan teknik pengaplikasian yang umum dilakukan oleh para petani. Supaya aplikasi dengan tenik penyemprotan ini maksimal dan berhasil, terdapat beberapa faktor pendukung lainnya seperti waktu pengendalian yang tepat, jenis insectisida yang digunakan, takaran konsentrasi dosis dan alat aplikasi yang digunakan dalam pengendalian hama sehingga pengaplikasiannya dapat tepat sasaran dan menjamin penyebaran bahan atau campuran insektisida merata tanpa menimbulkan pemborosan. Waktu pengendalian hama ini dilakukan baiknya pada pagi hari kata petani yang bertugas. Pengendalian hama yang dilakukan berpedoman pada PHT (Pengendalian Hama Terpadu). 


Kegiatan Pengolahan Tanah atau Pembuatan Bedeng untuk Penanaman Batang Bawah (Understem). 

    Kegiatan selanjutnya yang saya lakukan adalah pengolahan tanah dengan membuat bedengan untuk menanam batang bawah yang akan menjadi batang induk untuk okulasi tanaman jeruk Tejakula. Adapun langkah-langkah yang dilakukan yaitu sebagai berikut: 

  • Sebelum membuat bedengan, tanah yang kering diirigasi menggunakan air mengalir. 
  • Kemudian tanah dicangkul dan dibuat seperti gundukan. 
  • Setelah itu, tanah diberikan campuran Pupuk Kompos, Pupuk NPK, dan Kapur Dolomit disebar di atas tanah secara merata. Tujuan dari pemberian pupuk ini adalah untuk mempersiapkan tanah yang baik untuk pertumbuhan batang bawah sehingga kondisi unsur-unsur hara tanah kembali dan tanaman jeruk dapat tumbuh maksimal. 

Komposisi: 

  • Pupuk Kompos: Pupuk kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang telah mengalami proses penguraian mikroorganisme dengan bahan organik. Selain itu juga menggunakan pupuk kotoran sapi. 
  • Pupuk NPK: Pupuk sintentik yang sering digunakan oleh para petani adalah pupuk NPK. Pupuk NPK adalah pupuk yang memilik kandungan tiga unsur hara makro, yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). unsur hara makro baik bagi pertumbuhan tanaman. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa unsur hara makro tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara nyata dan signifikan. 
  • Dolomit adalah kapur yang digunakan untuk keperluan pertanian. Kapur ini mengandung kalsium (CaO) dan Magnesium (MgO). Kapur dolomit mengandung unsur hara kalsium oksida (CaO) dan juga magnesium oksida (MgO) dengan kadar yang cukup tinggi hal ini dapat menetralkan pH tanah. Kegunaan utama dolomit yaitu untuk meningkatkan pH tanah maupun air serta menetralkan kadar keasaman tanah.

    Kegiatan dilanjutkan dengan proses pemasangan mulsa plastik tujuannya agar rumput tidak cepat tumbuh. Dari kegiatan yang dilakukan adapun cara memasang mulsa plastik yaitu sebagai berikut. 

  1. Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan dalam memasang mulsa plastik.
  2. Mempersiapkan mulsa plastik yang digunakan.
  3. Posisikan atau letakkan mulsa plastik dengan benar.
  4. Memasang mulsa plastik di atas permukaan gundukan media tanam atau bedengan.
  5. Menjepit mulsa plastik menggunakan bambu yang sudah diruncingkan agar mulsa tidak bergeser. 
  6. Membuat lubang tanam pada mulsa plastik.
  7. Media tanam siap untuk dipakai.


Pembuatan Media Tanam Tanaman Durian Lokal (Durio Zibenthimus Murr).


    
    Pembuatan media tanam tanaman Durian Lokal (Durio Zibenthimus Murr). Pembuatan media tanam menggunakan bahan-bahan berupa tanah subur, sekam, kompos, dan thricoderma. Perbandingan yang digunakan adalah 2:1:1 dan 0,2% thricoderma. Bahan semua dicampur menjadi satu kemudian dimasukkan ke dalam polybag. 


       Setelah itu menpersiapkan bibit durian lokal yang akan di tanam. Bibit durian lokal berupa biji durian lokal yang kondisinya bagus tidak kisut atau busuk. Memiliki bentuk yang bulat dan tidak ada perlukaan dibagian kulitnya. Setelah menyortir biji durian, kemudian dicuci hingga bersih dari kotoran yang menempel. Tujuannya adalah agar tidak busuk atau berjamur ketika di tanam di media tanam. Setelah dicuci bersih, barulah biji di tanam di media tanam yang sudah disiapkan sebelumnya. Biji ditanam dengan membenamkan setengah biji nya. Tujuannya agar mempercepat pertumbuhan biji dan mencegah terjadinya pembusukan atau terkontaminasi jamur pada biji. Atau biji masih terlihat di permukaan tanah. Setelah itu semua biji ditanam kemudian di siram dengan air dan dibiarkan tumbuh selama kurang lebih 3 bulan barulah nantinya akan menjadi batang bawah yang siap untuk di okulasi.

Kegiatan Pembuatan Media Tanam Tanaman Anggrek Bulan 

    Pembuatan media tanam tanaman anggrek saya lakukan bersama dengan rekan-rekan yang lainnya. Media yang kami buat sebanyak 2 liter. Adapun beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media. 

Alat: 

  1. Gelas ukur 1L dan 2L
  2. Panci 
  3. Blender
  4. Spatula
  5. Timbangan
  6. Soup ladle stainless
  7. Corong 
  8. Botol kaca 

Bahan: 

  1. Air kelapa 150 gr/L
  2. Gula 20 gr/L
  3. Agar plan 1 saset/L
  4. Pisang ambon 150gr/L
  5. Arang 1 gr/L
  6. Air steril hingga mencapai 1L (850ml)
  7. Media Murashige dan Skoog (MS) 4,43 gr/L

Langkah Kerja membuat media sebanyak 2L: 

  1. Sterilisasi alat atau botol dan tutup karet ke dalam autoclave selama 30 menit. 
  2. Mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan. 
  3. Menyiapkan air kelapa sebanyak 300ml. 
  4. Menimbang gula sebanyak 40gr dan kemudian masukan kedalam larutan air kelapa. 
  5. Menimbang MS sebanyak 4,43 gr/L sebanyak 2x sehingga memperoleh 8,46 gr MS. Kemudian dimasukkan ke dalam larutan air kelapa. 
  6. Kemudian menimbang 300 gr pisang dan di blender hingga halus. Kemudisn memasukkannya kedalam larutan air kelapa. 
  7. Selanjutnya memasukkan 2 gr arang dan 2 saset agar-agar plan kedalam larutan air kelapa.
  8. Setelah seluruh bahan tercampur rata kemudian ditambahkan air steril hingga mencapai 2L. 
  9. Langkah berikutnya adalah memasak larutan hingga mendidih. 
  10. Setelah mendidih larutan dimasukkan kedalam botol kultur jaringan menggunakan corong sebanyak 1 soup ladle. Jika seluruh larutan sudah habis kemudian botol di tutup menggunakan penutup karet dan kembali di sterilisasi ke dalam autoclave selama 1 jam. 
  11. Setelah sterilisasi media, kemudian media di rebahkan secara horizontal, diberikan label, dan disimpan dalam lemari penyimpanan.

Kegiatan Aklimatisasi Tanaman Anggrek Bulan Hybrid

Kegiatan Aklimati tanaman anggrek merupakan tahapan terakhir dalam proses kultur jaringan. Tujuan aklimatitasi ini adalah untuk mengadaptasi atau mengkondisikan sub kultur yang sebelumnya tumbuh di dalam botol (in vitro) agar selanjutnya dapat tumbuh dan berkembang di luar botol/ lingkungan alamiah. Adapun beberapa tahapan yang dilakukan yaitu sebagai berikut.  

  1. Mempersiapkan bibit yang siap di aklimatisasi. 
  2. Bibit dikeluarkan dari botol menggunakan pinset panjang. 
  3. Bibit yang sudah dikeluarkan, kemudian di bilas menggunakan air mengalir hingga bersih. 
  4. Setelah dibilas, bibit kemudian di keringkan atau ditiriskan. Bibit diletakkan di atas kertas hingga benar-benar kering. 
  5. Setelah kering, bibit di tata di dalam kompot. 
  6. Bibit dalam kompot di simpan dalam ruangan yang tertutup. 
  7. Setelah itu, bibit dipindahkan ke dalam rumah kasa. 
  8. Langkah berikutnya, bibit di single dengan moss ke dalam plastik kecil. 
  9. Bibit yang disingle, ditata di dalam kompot. 
  10. Seteleh itu, bibit single yang sudah tumbuh di dalam kompot di pindahkan ke dalam pot berukuran kecil. 
  11. Setelah bibit tumbuh besar, bibit dipindahkan ke dalam pot besar. 
  12. Langkah terakhir adalah perawatan tanaman dengan penyiraman dan pemupukan. 
 


Sumber: 

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2021. Pupuk Dolomit untuk Kesuburan Tanah. https://pustaka.setjen.pertanian.go.id/index-berita/pupuk-dolomit-untuk-kesuburan-tanaman [Diakses pada 2 Oktober 2023].

Ismailmyacob. 2015. Batang Bawah dan Batang Atas, Ilmu Agribisnis Pertanian. https://esemkasajnb.wordpress.com/2015/04/12/batang-bawah-dan-batang-atas/ [Diakses pada 2 Oktober 2023].


Dokumentasi :
















Popular Posts

Recent Posts

Widget

Copyright © Pengalaman Magang di UPTD BPPSTPHBUN LUWUS | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com