Showing posts with label Merunduk. Show all posts
Showing posts with label Merunduk. Show all posts

Monday, October 16, 2023

Merunduk (Layering) Tanaman Jeruk Tejakula

 Merunduk Tanaman Jeruk Varietas Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula)

Merunduk merupakan salah satu teknik perbanyakan secara vegetatif buatan. Dalam perbanyakan secara vegetatif buatan terdapat 3 cara yaitu stek, cangkok, dan merunduk (Luta, 2022). 

 Merunduk merupakan salah satu teknik memperbanyak bibit tanaman. Salah satunya adalah pada tanaman Jeruk Tejakula yang di perbanyak di perkebunan UPTD. BPPSTPHBUN Luwus. Sistem runduk dikatakan sebagai teknik memperbanyak tanaman secara vegetatif yang dilakukan dengan cara membengkokkan (merundukkan) sebagian atau seluruh bagian cabang atau ranting batang ke arah tanah.
        Menurut Bapak Wayan Suartana, kegiatan merunduk tanaman jeruk ini bertujuan agar mempercepat pertumbuhan calon benih mata tunas okulasi yang sudah ditempel. Agar asupan atau suplai nutrisi tersalurkan dengan baik untuk pertumbuhan mata tunas okulasi. Dipotong sebagian batang rundukan dan disisakan 20% batang serta daunnya. 
       


Teknik merunduk (layerage) memang digunakan untuk perbanyakan tanaman jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula). Namun tidak semua tanaman dapat dilakukan layerage. Perundukan pada tanaman jeruk Tejakula hanya merundukkan bagian batangnya saja tidak dibenamkan hingga ke tanah tetapi batangnya hanya dibengkokkan saja.  Bagian batang yang di runduk adalah bagian batang dewasa yang berada di atas mata tunas pokok yang sudah ditempel. Menurut Dewr, E. S., Selvy H., dan Rosnina. (2016) terdapat beberapa syarat perlu memperhatikan dalam merunduk, yakni memiliki cabang yang panjang, tekstur cabangnya lencur, dan lokasi cabang yang dekat dengan tanah. 

        Perundukan adalah metode perbanyakan dimana akar adventif dipacu terbentuk pada batang sementara batang tersebut masih melekat pada tanaman induknya (Duaja, Elis, dan Gusniwati.2020). Sedangkan menurut Dewr, E. S., Selvy H., dan Rosnina. (2016) merunduk adalah proses perkembangbiakan secara vegetative buatan yang dilakukan pada tanaman yang mempunyai cabang panjang dengan merundukkannya ke arah tanah. Menurut Duaja, Elis, dan Gusniwati. (2020) terdapat enam tipe perundukan yaitu air layering, simple layering, tip layering, trench layering, serpentine layering dan mound layering. Biasanya tipe perundukan yang dominan digunakan adalah air layering dan simple layering. Namun metode merunduk pada tanaman jeruk tejakula, bagian yang dirunduk tidak sampai menyentuh tanah hanya dibiarkan terkulai diatas permukaan tanah akan tetapi arah rundukkannya kearah tanah. 


Langkah Kerja: 

  1. Memilih batang yang mempunyai cabang atau ranting yang panjang dan lentur. 
  2. Perundukannya menggunakan gunting dimana batang dipotong dengan posisi miring. Tidak semua bagian batang dipotong tapi disisakan sedikit bagian kambium batangnya. Hal ini bertujuan untuk membantu pertumbuhan mata tunas tempel. 
  3. Kemudian batang yang dipotong miring dibengkokkan (dirundukan) ke arah tanah. 
  4. Setelah mata tunas tumbuh menjadi benih pokok, maka bagian batang rundukan di potong. 
  5. Rundukan dipotong menggunakan gunting khusus dan tidak semua bagian batang rundukan dipotong. Namun disisakan sedikit batang serta cabangnya. 
  6. Setelah itu tanaman jeruk dibiarkan tumbuh hingga mencapai kira-kira 20 cm. Hingga benih pokok siap untuk menjadi tanaman jeruk yang baru.

Sumber: 

  1. Luta, D. A. 2022. Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif Buatan. Sukoharjo: Tahta Media Group. 
  2. Duaja, M. D., Elis K. dan Gusniwati. 2020. Pembiakan Tanaman Secara Vegetatif. Jambi: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi
  3. Dewr, E. S., Selvy H., dan Rosnina. 2016. Teknologi Perbanyakan Tanaman Generatif & Vegetatif.  Aceh: Universitas Malikussaleh. 
  4. Prastowo N, J.M. Roshetko, dkk. 2006.Tehnik Pembibitan dan Perbanyakan Vegetatif Tanaman Buah. Bogor: World Agroforestry Centre (ICRAF) dan Winrock International. p. 100. 

Thursday, September 28, 2023

Activity Week 2

 Kegiatan Minggu ke-2?

        Kegiatan minggu kedua ini saya dan rekan-rekan diberikan kesempatan untuk mengenal lebih banyak mengenai pemeliharaan bibit tanaman baik itu tanaman jeruk Tejakula maupun tanaman hias bunga anggrek. Kegiatan pertama di waktu paruh pagi mulai dari pukul 07:30 WITA sampai jam 10:00 WITA saya dan rekan-rekan melaksanakan kegiatan di lapangan. kemudian dilanjutkan kembali mu
        Sebelum melaksanakan kegiatan di pagi hari, seperti biasanya kami mendapatkan arahan dan materi baru dari Bapak Wayan Suartana selaku mentor kami di tempat magang. Salah satu kegiatan yang diajarkan adalah kegiatan mewiwil dan merunduk tanaman Jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula). Kegiatan ini kami laksanakan di jam 07:30 WITA. Dipagi hari dengan cuaca yang tidak terlalu panas kami diarahkan untuk belajar di lapangan dengan perbanyakan dan pemeliharaan bibit tanaman varietas jeruk Tejakula.  Beliau mengajarkan cara memiwil sekaligus mendemontrasikan kepada kami caranya mewiwil dengan baik dan benar. 

Lebih lengkapnya berikut adalah kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu ke-2 :

KEGIATAN PARUH PAGI 

1. Belajar Okulasi tanaman Jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula)

        Salah satu kegiatan perbanyakan yang dilakukan di UPTD. BPPSTPHBUN ini adalah menggunakan teknik okulasi. Okulasi merupakan sebuah teknik perbanyakan pada tanaman secara vegetatif. Okulasi ini dapat dilakukan pada tanaman jeruk. Teknik okulasi ini dilakukan dengan menggabungkan atau menempelkan tanaman yang masih dalam satu spesies tanaman. Dari observasi yang saya lakukan dengan melihat petani melakukan okulasi, okulasi baik dilakukan di pagi hari pada pukul 07:00-10:00 karena di pagi hari biasanya tumbuhan melakukan proses fotosintesis. 

(Cara Okulati Tanaman Jeruk Tejakula)
Dokumentasi pribadi 

            Menurut Bapak Wayan Suartana, dalam melakukan okulasi membutuhkan batang bawah untuk menempel mata tunas tanaman Jeruk Tejakula. Cara melakukan okulasi yaitu sebagai berikut: 
  1. Memilih Batang Bawah. Pemilihan batang bawah dengan kondisi diameter sebesar pensil, tumbuhannya sehat, daunnya hijau segar, dengan kambium yang berair atau sedikit tebal. Hal ini karena kambium bertugas sebagai pengangkut makanan dari daun ke batang. Selain itu kambium juga sebagai perekat mata tunas dengan batang bawah. Sehingga kemungkinan okulasi dapat berhasil lebih banyak. 
  2. Memilih Batang Atas. Batang atas ini didapat dari screenhouse dengan mengambil bagian dari pohonnya yaitu bagian cabangnya. Pemilihan cabangnya yaitu yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Memiliki warna hijau tua segar. Cabang yang terlalu muda jika ditekan akan berair dan jika terlalu tua warnanya sudah kecoklatan sehingga tidak baik untuk okulasi. Dari satu cabang dapat menghasilkan beberapa mata tunas
  3. Pembuatan sayatan untuk tempat menempel mata tunas. Kegiatan okulasi ini membutuhkan pisau/silet tajam dan plastik untuk melekatkan mata tempelnya. Caranya menyayat bagian kambium batang bawah dengan sekali sayatan. Disinilah pentingnya menggunakan pisau/silet yang tajam. 
  4. Kemudian memotong mata tunas yang diambil dari batang atas mengunakan pisau. Pemotongan mata tunas menggunakan metode sisip/irisan (Chip-budding).  Dimana batang atas (mata tempel/mata tunas) disayat sepanjang 1-2 cm sehingga kayu dan kulitnya ikut terambil dan menempel pada batang bawah. 
  5. Setelah menempel, kemudian dilekatkan menggunakan plastik. 
  6. Setelah okulasi, tanaman dibiarkan tumbuh selama 3-4 minggu. Jika mata tempel masih berwarna hijau berarti tempelan ini sudah ada keberhasilan hidup. Setelah 3 minggu plastik di buka menggunakan silet. Setelah di buka maka dilanjutkan dengan kegiatan merunduk. 

2. Kegiatan merunduk tanaman (Layerage): 

       Merunduk merupakan salah satu teknik memperbanyak bibit tanaman. Salah satunya adalah pada tanaman Jeruk Tejakula yang di perbanyak di perkebunan UPTD. BPPSTPHBUN Luwus. Sistem runduk dikatakan sebagai teknik memperbanyak tanaman secara vegetatif yang dilakukan dengan cara membengkokkan (merundukkan) sebagian atau seluruh bagian cabang atau ranting batang ke arah tanah.
        Menurut Bapak Wayan Suartana, kegiatan merunduk tanaman jeruk ini bertujuan agar mempercepat pertumbuhan calon benih mata tunas okulasi yang sudah ditempel. Agar asupan atau suplai nutrisi tersalurkan dengan baik untuk pertumbuhan mata tunas okulasi. Dipotong sebagian batang rundukan dan disisakan 20% batang serta daunnya. 
        Teknik merunduk (layerage) memang digunakan untuk perbanyakan tanaman jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula). Namun tidak semua tanaman dapat dilakukan layerage. Perundukan pada tanaman jeruk Tejakula hanya merundukkan bagian batangnya saja tidak dibenamkan hingga ke tanah tetapi batangnya hanya dibengkokkan saja.  Bagian batang yang di runduk adalah bagian batang dewasa yang berada di atas mata tunas pokok yang sudah ditempel. Caranya adalah: 
  1. Memilih batang yang mempunyai cabang atau ranting yang panjang dan lentur. 
  2. Perundukannya menggunakan gunting dimana batang dipotong dengan posisi miring. Tidak semua bagian batang dipotong tapi disisakan sedikit bagian kambium batangnya. Hal ini bertujuan untuk membantu pertumbuhan mata tunas tempel. 
  3. Kemudian batang yang dipotong miring dibengkokkan (dirundukan) ke arah tanah. 
  4. Setelah mata tunas tumbuh menjadi benih pokok, maka bagian batang rundukan di potong. 
  5. Rundukan dipotong menggunakan gunting khusus dan tidak semua bagian batang rundukan dipotong. Namun disisakan sedikit batang serta cabangnya. 
  6. Setelah itu tanaman jeruk dibiarkan tumbuh hingga mencapai kira-kira 20 cm. Hingga benih pokok siap untuk menjadi tanaman jeruk yang baru.

3. Kegiatan Mewiwil (Pewiwilan): 

     Dalam merangsang pertumbuhan tanaman diperlukan kegiatan perawatan dan pemeliharaan tanaman. Salah satunya adalah pemangkasan. Metode pemangkasan dilakukan dengan berbagai tujuan tertentu seperti untuk pemeliharaan, peremajaan, meningkatkan produksi, dan tujuan estetika. (Syam. H. dan Djamaluddin 2012:41). 
    Dalam merangsang pertumbuhan tunas okulasi tanaman jeruk Tejakula, perlu diadakannya pemangkasan tunas-tunas air/samping atau bagian tunas yang dapat menghalangi atau mengganggu dari pertumbuhan tunas okulasi. Salah satu kegiatan pemangkasan yang dilakukan adalah mewiwil (Pewiwilan). Pewiwilan adalah  proses pembuangan tunas air muda atau cabang yang tidak produktif atau menganggu benih pokok. 

Teknik mewiwil sangat sederhana dilakukan yaitu dengan cara: 
  • Memangkas atau memotong tunas-tunas air samping yang tumbuh di setikar tunas okulasi yang ditempel. 
  • Bagian yang dihilangkan adalah bagian tunas air yang mengganggu yang ada disekitar tunas okulasi. Tujuannya agar produktivitas pertumbuhan tunas okulasi menjadi calon benih pokok terpenuhi asupan gizinya.  





Popular Posts

Recent Posts

Widget

Copyright © Pengalaman Magang di UPTD BPPSTPHBUN LUWUS | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com