UPTD BPPSTPHBUN

UPTD Balai Perbenihan Pengawasan Sertifikasi Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (UPTD BPPSTPHBUN) Provinsi Bali merupakan suatu bidang yang bergerak dalam pelaksana tugas teknis di bidang pembibitan tanaman pangan dan hortikultura khususnya di Provinsi Bali

UPTD BPPSTPHBUN

UPTD Balai Perbenihan Pengawasan Sertifikasi Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (UPTD BPPSTPHBUN) Provinsi Bali merupakan suatu bidang yang bergerak dalam pelaksana tugas teknis di bidang pembibitan tanaman pangan dan hortikultura khususnya di Provinsi Bali

UPTD BPPSTPHBUN

UPTD BPPSTPHBUN berlokasi di Dusun/Br. Belah Desa Luwus, lebih tepatnya di Jl. Raya Denpasar, Luwus, Kec. Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali

UPTD BPPSTPHBUN

UPTD. BPPSTPHBUN berlokasi di Dusun/Br. Belah Desa Luwus, lebih tepatnya di Jl. Raya Denpasar, Luwus, Kec. Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali

Unit Perkebunan

Unit perkebunan luwus memiliki luas lahan kurang lebih 5 Ha yang mengelola pembibitan benih tanaman durian, jeruk dan cabai, jamur, dan kultur jaringan bunga anggrek

Gambaran tempat pembibitan

Unit perkebunan luwus memiliki luas lahan kurang lebih 5 Ha yang mengelola pembibitan benih tanaman durian, jeruk dan cabai, jamur, dan kultur jaringan bunga anggrek

Unit Kebun

Tidak hanya mengelola perkebunan yang ada di unit kebun benih Luwus saja, tetapi juga mengelola 3unit kebun benih lainnya, yaitu masing-masing kebun benih padi di Timpag, kebun benih palawija di Banyupoh, dan kebun benih hortikultura unit sayuran di Kembang Merta yang total luas keseluruhannya yaitu 21,42 Ha

Unit Kebun

Tidak hanya mengelola perkebunan yang ada di unit kebun benih Luwus saja, tetapi juga mengelola 3unit kebun benih lainnya, yaitu masing-masing kebun benih padi di Timpag, kebun benih palawija di Banyupoh, dan kebun benih hortikultura unit sayuran di Kembang Merta yang total luas keseluruhannya yaitu 21,42 Ha

Pembuatan Media Tanam

princeton-97827_1280

Pembuatan media tanam menggunakan bahan-bahan berupa tanah subur, sekam, kompos, dan thricoderma. Perbandingan yang digunakan adalah 2:1:1 dan 0,2% thricoderma.

Multiplikasi (Kuljar)

san-jose-92464_1280

Kultur jaringan melibatkan pertumbuhan dan perkembangan dari jaringan atau organ tanaman yang dilakukan secara in vitro (dalam botol), yang artinya dalam sebuah wadah kultur yang terkontrol.

Pembuatan Media Sub Kultur

academic-2769_1280

Pembuatan Media Sub Kultur dilakukan sebelum melakukan multiplikasi. Terdapat beberapa alat dan bahan, serta prosedur teknik pembuatan media yang akan dijelaskan secara lengkap

Perbanyakan Tanaman

academic-2769_1280

Perbanyakan tanaman yang diterapkan adalah pada tanaman jeruk dan durian menggunakan teknik okulasi, sedangkan pada tanaman hias anggrek menggunakan teknik kultur jaringan

Pengolahan Lahan

academic-2769_1280

Pengelolaan lahan merupakan tahap awal dari budidaya tanaman dan salah satu teknik yang dilakukan sebelum memulai menyemai atau pembibitan tanaman.

Pemeliharaan Tanaman

academic-2769_1280

Pemeliharaan tanaman merupakan perlakuan terhadap tanaman yang dilakukan untuk menjaga dan merawat tanaman agar tanaman tetap tumbuh normal dan sehat. Pemeliharaan tanaman antara lain: menyiang, mewiwil, menyiram, memupuk, dan pengendalian opt.

Thursday, January 4, 2024

Pembuatan Media Tanam Kultur Jaringan dengan Racikan Unsur Hara Mikro dan Makro

 Pembuatan Media Tanam Kultur Jaringan dengan Racikan Unsur Hara Mikro dan Makro


Di UPTD. BPPSTPHBUN dalam proses pembuatan media tanam khususnya di laboratorium anggrek menggunakan dua cara yakni dengan cara instan menggunakan agar-agar instan dan media MS (yang didalamnya sudah mengandung unsur hara mikro dan makro), sedangkan cara racikan adalah menambahkan unsur hara makro dan mikro secara terpisah dan melakukan pengaturan pH media tanamnya menggunakan pH meter digital. 

Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media tanam untuk kultur jaringan, yakni sebagai berikut: 

Alat: 

  • Gelas ukur 1L dan 2L
  • Panci 
  • Blender
  • Spatula
  • Timbangan
  • Soup ladle stainless
  • Corong 
  • Botol kaca 
  • pH Meter

Bahan: 

  • Buah pisang hijau/ambon (150 gr.L air)
  • Air kelapa (150 ml)
  • Arang aktif 2gr/L
  • Gandasil 2 gr/L
  • agar-agar 8gr/L
  • gula 20 gr/L
  • Cuka 
  • Makro
    • CaCl2 2H2O : 0,33gr/L
    • KNo3 : 1.9 gr/L
    • KH2PO4 : 0,17 gr/L
    • NH4 NO3 : 1,65 gr/L
  • Mikro (Larutan stok)
    • FeSO4 : 10 ml/L
    • Na2EDTA : 10 ml/L
    • MnSO4 : 10 ml/ L
    • ZnSO4 : 10ml/L
    • H3BO3 : 10 ml/L
    • Kl : 2ml/L
    • Na2MoO4 : 2ml/L
    • Cu SO4 5H2O : 0,1ml/L
    • C0Cl2 6H2O : 0,1ml/L
  • Vitamin
    • Myomsitol 0,1 gr/L
    • Triamin 0,5 mg/L => 0,005 +100 ml = 10ml/L

Proses Kerja: 

Kegiatan ini dilaksanakan di laboratorium UPTD BPPSTPHBUN dengan pembuatan media tanam sebanyak 4 liter. Langkah-langkah yang dilakukan yakni: 

  1. Sterilisasi alat atau botol dan tutup karet ke dalam autoclave selama 30 menit. 
  2. Mempersiapkan seluruh alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media tanam.
  3. Menimbang buah pisang sebanyak 150gr/L air dan di blender hingga halus.
  4. Mempersiapkan air kelapa sebanyak 400 ml air kelapa. 
  5. Memasukkan buah pisang dan air kelapa ke dalam panci 
  6. Menimbang seluruh bahan makro, dan dimasukkan kedalam panci
  7. Mengukur semua larutan stok menggunakan gelas ukur, dan dimasukkan ke dalam panci.
  8. Memasukkan agar-agar sebanyak 8gr/L air ke dalam larutan yang ada di dalam panci
  9. Memasukkan arang aktif sebanyak 2gr/L air  dan gula sebanyak 20gr/L dan terakhir gandasil sebanyak 2 gr/L air ke dalam panci. 
  10. Kemudian mengecek pH larutan menggunakan pH meter elektrik, dan diberi sedikit larutan cuka untuk mengatur tingkat keasaman larutan. 
  11. Langkah berikutnya adalah memasak larutan menggunakan panci dengan api kecil cenderung sedang hingga larutan mendidih. 
  12. Setelah mendidih larutan dimasukkan kedalam botol kultur jaringan menggunakan corong sebanyak 1 soup ladle. Jika seluruh larutan sudah habis kemudian botol di tutup menggunakan penutup karet dan kembali di sterilisasi ke dalam autoclave selama 1 jam. 
  13. Setelah sterilisasi media, kemudian media di rebahkan secara horizontal, diberikan label, dan disimpan dalam lemari penyimpanan.
  14. Media sub-kultur didiamkan kurang lebih 3-7 hari sebelum bisa digunakan untuk menanam tanaman, untuk melihat apakah media yang dibuat mengalami kontaminasi bakteri/jamur atau tidak. Jika media tetap bersih dan tidak ada berwarna putih akibat kontaminasi bakteri, artinya bahwa media dapat digunakan untuk multiplikasi sub-kultur.
  15. Setelah itu, media diberikan label sesuai dengan tanggal pembuatanya.
  16. Barulah Larutan siap untuk digunakan 

Dokumentasi: 










Wednesday, January 3, 2024

Pembibitan Durian Lokal sebagai Batang Bawah

 Pembibitan Durian Lokal sebagai Batang Bawah 

Persiapan Batang Bawah Durian Otong:  dengan pembibitan durian lokal



    Sebelum okulasi tanaman durian, dilakukan pembibitan dengan menanam bibit durian sebagai batang bawah untuk nantinya ditempelkan dengan entres durian yang dipilih. Untuk batang bawah, varietas durian yang digunakan adalah durian lokal, karena durian lokal resisten terhadap hama penyakit, lebih kuat, kokoh, lebih mudah dikembangkan, kemampuan hidupnya lebih tinggi. Langkah kerja yang harus dilakukan adalah: 
  1. Memilih biji durian lokal yang baik, memiliki bentuk yang bulat, tidak kisut atau peset atau mengkerut, tidak rusak, kulit biji tidak robek, dan kualitas biji yang baik. 
  2. Setelah memilih biji yang baik, kemudian biji di cuci menggunakan air mengalir hingga terpisah dari daging buahnya. karena jika daging buah masih menempel pada biji kemungkinan terjadi kontaminasi jamur pada bibit tanaman, yang menyebabkan bibit tidak mau tumbuh, busuk, bahkan mati. 
  3. Kemudian, biji yang sudah dicuci, dikeringkan dan ditanam pada media tanam yang sudah disiapkan sebelumnya. Biji ditanam dengan membenamkan sebagian biji ke dalam tanah dan sebagian lagi muncul kepermukaan tanah.hal ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan dan meminimalisir terjadinya kontaminasi jamur. Karena apabila dibenamkan seluruh biji ke dalam tanah pertumbuhannya lambat bahkan biji dapat mengalami dormansi. Biji dapat ditanam pada polybag dan juga pada media tanam bedengan di lahan. 
  4. Setelah ditanam, biji di siram dan umur 2-3 minggu biji sudah mulai tumbuh. Untuk mencapai panjang 30 cm atau siap untuk di okulasi membutuhkan waktu selama 3-4 bulan, tergantung pertumbuhan dari tanaman durian lokal. 
  5. Selanjutnya masuk ke tahap okulasi tanaman durian. 

Monday, December 11, 2023

Memupuk dengan Teknik Kocor menggunakan Pupuk NPK pada Tanaman Jeruk Tejakula

 Memupuk dengan Teknik Kocor menggunakan Pupuk NPK pada Tanaman Jeruk Tejakula  

    Memupuk merupakan kegiatan pemeliharaan pada tanaman hortikultura. Kegiatan memupuk terdapat 2 teknik yaitu teknik sebar dan teknik kocor. Pada pemupukan kali ini, Bibit tanaman Jeruk Tejakula yang sudah dioker dan disulam yang berada di screen house dipupuk dengan menggunakan teknik kocor dengan memanfaatkan alat mesin power agar memudahkan proses pemupukan karena terdapat ribuan bibit tanaman jeruk tejakula yang harus di pupuk. Memupuk menggunakan pupuk NPK dengan sistem kocor menggunakan mesin power yang dikocorkan pada bibit tanaman jeruk tejakula. Komposisinya yaitu 1 liter air yang dicampurkan dengan 2gr pupuk NPK. Yang kemudian diaduk hingga tercampur rata kemudian di kocorkan pada bibit tanaman jeruk Tejakula. Kegiatan pemupukan dilakukan. 


Cara pemupukan: 

  1. Pertama, mempersiapkan gentong 56 liter dan mesin power untuk digunakan memupuk
  2. Kemudian masukan pupuk NPK sebanyak 2 gr kedalam 1 L air. 
  3. Dicampurkan hingga pupuk NPKnya larut kedalam air. 
  4. Kemudian menyalakan mesin power untuk menyemprotkan pupuk pada bibit tanaman
  5. Bagian yang dikocor adalah bagian tanaman yang ada di dekat perakarannya. Dikocor hingga ke seluruhan tanaman jeruk sebanyak 200 ml per tanaman.

Dokumentasi kegiatan:

Sunday, November 5, 2023

Cara Menanam Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.) dari Batang dan Pembuatan Media Tanamnya

Cara Menanam Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.) dari Batang dan Pembuatan Media Tanamnya

    Di Kebun Luwus, khususnya di taman anggrek tidak hanya terdapat kegiatan kultur jaringan, pembibitan cabai saja, tetapi juga ada kegiatan penanaman tanaman Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.). Tanaman puring merupakan jenis tanaman hias perdu yang memiliki vaerietas cukup bervasiasi dan perkembangbiakannya cukup mudah dan tanaman ini mudah beradaptasi pada suatu lingkungan tertentu. 

Persiapan Media Tanam

Cara dalam menanam tanaman puring terbilang cukup mudah untuk dilakukan. Sebelum penanaman puring, sama hal nya dengan menanam tanaman lain hal yang pertama kali yang perlu dipersiapkan adalah media tanamnya. Meskipun tanaman puring ini terbilang cukup mudah untuk tumbuh dan beradaptasi pada lingkungan tertentu, namun penting pula untuk mempersiapkan media tanam yang terbaik supaya tanaman puring dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Persiapan media tanam dilakukan dengan mempersiapkan tiga komposisi utama  yakni: 1) Tanah subur; 2) Sekam; dan 3) Pupuk Kandang (Sapi). Tiga komposisi dicampur menjadi satu. Tanah subur bertujuan untuk membantu Langkah berikutnya adalah memasukkan media tanam ke dalam polybag yang berukuran kecil.  Setelah itu polybag ditata dengan 10 polybag pada tiap barisnya. 



Penanaman Tanaman Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.)

Langkah pertama yang dilakukan dalam penanaman tanaman puring dari batang adalah pemilihan batang yang terlihat kuat,  batang terlihat kokoh,kurang lebih ukuran diameternya sebasar pensil, panjangnya 20 cm. Batang kemudian di potong menggunakan gunting khusus untuk memotong tanaman. Setelah itu batang di rendam dengan menggunakan ember selama 2-3hari. Kemudian batang ditancapkan pada media tanam polybag  yang sudah di tata sebelumnya. Langkah berikutnya adalah pemeliharaan tanaman dengan menyiram dan menyiang tanaman jika terdapat gulma yang tumbuh disekitar bibit tanaman puring. 

Friday, November 3, 2023

Pembibitan dan Pemasangan Ajir Tanaman Cabai Rawit Variertas Sret

 Proses Pembibitan Tanaman Cabai Rawit Variertas Sret

        Pembibitan merupakan awal dari kegiatan penanaman bibit siap tanam. Pembibitan dilakukan mulai dari penanaman biji hingga tanaman muncul tanaman muda dan memiliki akar. Namun pada kegiatan pembibitan yang dilakukan di kebun luwus, bibit tanaman cabai sudah tumbuh menjadi tanaman di dalam tray dan siap untuk di perbanyak dan dipindahkkan ke dalam polybag yang lebih besar. Kegiatan yang saya lakukan pertama adalah mempersiapkan media tanam untuk tanaman cabai. Untuk proses pembuatan media tanam dapat di lihat pada link berikut:  https://ceritamagangpendidikanbiologi.blogspot.com/2023/10/pembuatan-media-tanam.html

Setelah membuat media tanam, kegiatan selanjutnya adalah pemindahal bibit tanaman cabai dari tray ke dalam polybag. Sebelumnya polybag di tata dengan rapi dengan masing-masing baris berjumlah 10 polybag. Kemudian untuk menanam bibit, tanah yang ada dipolybag dilubangi menggunakan kayu runcing untuk memudahkan menanam bibit cabai. Bibit cabai dipindahkan dari tray dengan hati-hati. Untuk mengambil bibit cabai dari tray menggunakan alat khusus/pisau untuk memudahkan pengambilan bibit karena tanah tidak boleh hancur saat dipindahkan ke dalam polybag untuk mencegah kematian pada bibit tanaman cabai. 

        Barulah setelah dipindahkan dan ditanam dalam polybag, langkah berikutnya memadang ajir. Ajir merupakan sebuah alat yang dibuat dari batang kayu atau bambu yang dipotong sepanjang 30-50cm dengan diameter 2-4 cm. Pemasangan ajir dengan cara menancapkan bambu disamping bibit tanaman yang sudah ditanam, jaraknya sekitar 1-2cm dari bibit tanaman yang tujuannya adalah agar tidak mengenai akar tanaman. Setelah memasang ajir, barulah tanaman diikat bersama dengan bambu tersebut. Pengikatan menggunakan tali rafia seperti membentuk angka 8 (delapan). Pengikatan bertujuan agar tanaman tumbuh tegak keatas mengikuti struktur ajir yang dipasang, dan sebagai penopang atau penyangga agar tanaman cabai tidak mudah rebah/roboh. Sehingga tanaman lebih terlihat tegak lurus dan kokoh. 

Wednesday, November 1, 2023

Media MS (Murashige dan Skoog) sebagai Media Dasar dalam Kultur Jaringan

  Pembuatan Media Tanam Tanaman Anggrek Bulan Menggunakan Media MS

    Pembuatan media tanam tanaman anggrek saya lakukan bersama dengan rekan-rekan yang lainnya. Media yang kami buat sebanyak 2 liter. Adapun beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media. 

Alat: 

  1. Gelas ukur 1L dan 2L
  2. Panci 
  3. Blender
  4. Spatula
  5. Timbangan
  6. Soup ladle stainless
  7. Corong 
  8. Botol kaca 

Bahan: 

  1. Air kelapa 150 gr/L
  2. Gula 20 gr/L
  3. Agar plan 1 saset/L
  4. Pisang ambon 150gr/L
  5. Arang 1 gr/L
  6. Air steril hingga mencapai 1L (850ml)
  7. Media Murashige dan Skoog (MS) 4,43 gr/L

Langkah Kerja membuat media sebanyak 2L: 

  1. Sterilisasi alat atau botol dan tutup karet ke dalam autoclave selama 30 menit. 
  2. Mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan. 
  3. Menyiapkan air kelapa sebanyak 300ml. 
  4. Menimbang gula sebanyak 40gr dan kemudian masukan kedalam larutan air kelapa. 
  5. Menimbang MS sebanyak 4,43 gr/L sebanyak 2x sehingga memperoleh 8,46 gr MS. Kemudian dimasukkan ke dalam larutan air kelapa. 
  6. Kemudian menimbang 300 gr pisang dan di blender hingga halus. Kemudisn memasukkannya kedalam larutan air kelapa. 
  7. Selanjutnya memasukkan 2 gr arang dan 2 saset agar-agar plan kedalam larutan air kelapa.
  8. Setelah seluruh bahan tercampur rata kemudian ditambahkan air steril hingga mencapai 2L. 
  9. Langkah berikutnya adalah memasak larutan menggunakan panci dengan api kecil cenderung sedang hingga larutan mendidih. 
  10. Setelah mendidih larutan dimasukkan kedalam botol kultur jaringan menggunakan corong sebanyak 1 soup ladle. Jika seluruh larutan sudah habis kemudian botol di tutup menggunakan penutup karet dan kembali di sterilisasi ke dalam autoclave selama 1 jam. 
  11. Setelah sterilisasi media, kemudian media di rebahkan secara horizontal, diberikan label, dan disimpan dalam lemari penyimpanan.
  12. Media sub-kultur didiamkan kurang lebih 3-7 hari sebelum bisa digunakan untuk menanam tanaman, untuk melihat apakah media yang dibuat mengalami kontaminasi bakteri/jamur atau tidak. Jika media tetap bersih dan tidak ada berwarna putih akibat kontaminasi bakteri, artinya bahwa media dapat digunakan untuk multiplikasi sub-kultur. 

Dokumentasi kegiatan: 

Gambar 1. Sterilisasi Botol untuk Media Tanam menggunakan Autoclave
(Dokumentasi Pribadi)
 
Gambar 2. Menimbang Media MS, Gula dan Bahan lainnya
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3. Memanaskan semua Bahan larutan menggunakan Panci
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 4. Memasukan Larutan Media ke dalam Botol Kaca yang sudah Disterilisasi
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 5. Pelabelan Media Tanam Sub Kultur
(Dokumentasi Pribadi)

Mengoker: Tujuan, Kegunaan, dan Prosedur Kerja Mengoker Jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula)

 Mengoker Jeruk Tejakula dari Bedengan menggunakan Alat Khusus dan dipindahkan ke Polybag

    Istilah mengoker merupakan pengambilan bibit tanaman yang sudah siap disalurkan (setelah mendapatkan label) menggunakan alat khusus. Pengambilan bibit dilakukan apabila perbanyakan benih dilakukan di lahan dengan pembuatan bedengan (gundukan) yang kemudian bibit tersebut dipindahkan ke polybag. 

Tujuan Kegiatan Mengoker Jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula)

    Pemindahan bibit tanaman ke dalam media tanam pada polybag biasanya dikenal dengan replanting (Parwati, Y. 2020). Di Lahan UPTD. BPPSTPHBUN okulasi bibit tanaman yang sudah mencapai umur 3 bulan untuk perbanyaka yang dilakukan menggunakan bedengan nantinya akan dipindahkan ke polybag untuk siap di salurkan ke masyarakat.

Kegunaan Kegiatan Mengoker Jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula)

  • Meningkatkan ruang tumbuh tanaman jeruk. Karena dengan pemindahan tanaman ke dalam polybag memberikan ruang tumbuh yang lebih besar.
  • Untuk meningkatkan estetika dan menambah nilai jual tanaman jeruk. 
  • Memudahkan penyaluran bibit tanaman jeruk. Biasanya bibit tanaman jeruk dijual menggunakan polybag-polybag. Hal ini memudahkan bagi penjual untuk menyalurkan bibit. 

Prosedur Kerja Mengoker Jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula)

    Kegiatan ini dilakukan apabila tanaman jeruk yang ditanam pada bedengan, karena kegiatan ini merupakan kegiatan pemindahan bibit tanaman jeruk ke dalam polybag. Menurut petani yang bekerja di lahan, tidak semua bibit tanaman jeruk dapat dipindahkan ke dalam polybag, terdapat beberapa kriteria untuk memindahkan bibit yang baik, antara lain:

  1. Kondisi tanaman jeruk sehat. 
  2. Mata tempel sudah tumbuh tinggi dan berkembang menjadi bibit tanaman.
  3. Warnanya sudah hijau tua, jika warna daun dan batangnya masih hijau mudah belum bisa di pindahkan ke polybag.
  4. Memiliki batang yang hijau, kuat, dan kokoh.

    Setelah memilih tanaman jeruk yang siap di pindahkan, barulah tanaman diambil dengan cara di cungkil menggunakan alat khusus berupa linggis dengan kedalaman 10cm kemudian jika perakarannya masih panjang maka di potong. Proses ini dilakukan di sekitar tanaman (disamping-samping bibit tanaman yang akan diambil) hingga membentuk setengah lingkaran kemudian diakhir di cungkil kembali hingga tanaman dan tanahnya tercabut. Menurut petani, tanahnya tidak boleh pecah saat proses pengambilan atau, karena dapat menyebabkan kematian pada bibit tanaman. Diusahakan tanah dan bibit tanamannya tetap menyatu. Namun untuk tanaman jeruk lebih tahan ketika tanahnya pecah dari pada tnaamn durian. Akan tetapi harus segera dipindahkan ke media tanam yang baru dan segera disiram agar bibit tanaman jeruk tidak cepat layu dan mati. 

Sumber: 

  1. Parwati, Y. N. K. 2020. Diskusi Pemindahan Bibit Tanaman. https://kkn.undiksha.ac.id/blog/diskusi-pemindahan-bibit-ke-polybag [Diakses pada 01 November 2023].

Dokumentasi Kegiatan: 

Gambar 1. Kegiatan Mengoker 
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 2. Kegiatan Pemindahan Bibit Tanaman ke Media Tanam Baru 
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3. Kegiatan Pemindahan Bibit Tanaman ke Media Tanam Baru 
(Dokumentasi Pribadi)


Popular Posts

Recent Posts

Widget

Copyright © Pengalaman Magang di UPTD BPPSTPHBUN LUWUS | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com