Showing posts with label Media Tanam. Show all posts
Showing posts with label Media Tanam. Show all posts

Sunday, November 5, 2023

Cara Menanam Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.) dari Batang dan Pembuatan Media Tanamnya

Cara Menanam Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.) dari Batang dan Pembuatan Media Tanamnya

    Di Kebun Luwus, khususnya di taman anggrek tidak hanya terdapat kegiatan kultur jaringan, pembibitan cabai saja, tetapi juga ada kegiatan penanaman tanaman Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.). Tanaman puring merupakan jenis tanaman hias perdu yang memiliki vaerietas cukup bervasiasi dan perkembangbiakannya cukup mudah dan tanaman ini mudah beradaptasi pada suatu lingkungan tertentu. 

Persiapan Media Tanam

Cara dalam menanam tanaman puring terbilang cukup mudah untuk dilakukan. Sebelum penanaman puring, sama hal nya dengan menanam tanaman lain hal yang pertama kali yang perlu dipersiapkan adalah media tanamnya. Meskipun tanaman puring ini terbilang cukup mudah untuk tumbuh dan beradaptasi pada lingkungan tertentu, namun penting pula untuk mempersiapkan media tanam yang terbaik supaya tanaman puring dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Persiapan media tanam dilakukan dengan mempersiapkan tiga komposisi utama  yakni: 1) Tanah subur; 2) Sekam; dan 3) Pupuk Kandang (Sapi). Tiga komposisi dicampur menjadi satu. Tanah subur bertujuan untuk membantu Langkah berikutnya adalah memasukkan media tanam ke dalam polybag yang berukuran kecil.  Setelah itu polybag ditata dengan 10 polybag pada tiap barisnya. 



Penanaman Tanaman Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.)

Langkah pertama yang dilakukan dalam penanaman tanaman puring dari batang adalah pemilihan batang yang terlihat kuat,  batang terlihat kokoh,kurang lebih ukuran diameternya sebasar pensil, panjangnya 20 cm. Batang kemudian di potong menggunakan gunting khusus untuk memotong tanaman. Setelah itu batang di rendam dengan menggunakan ember selama 2-3hari. Kemudian batang ditancapkan pada media tanam polybag  yang sudah di tata sebelumnya. Langkah berikutnya adalah pemeliharaan tanaman dengan menyiram dan menyiang tanaman jika terdapat gulma yang tumbuh disekitar bibit tanaman puring. 

Wednesday, November 1, 2023

Media MS (Murashige dan Skoog) sebagai Media Dasar dalam Kultur Jaringan

  Pembuatan Media Tanam Tanaman Anggrek Bulan Menggunakan Media MS

    Pembuatan media tanam tanaman anggrek saya lakukan bersama dengan rekan-rekan yang lainnya. Media yang kami buat sebanyak 2 liter. Adapun beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media. 

Alat: 

  1. Gelas ukur 1L dan 2L
  2. Panci 
  3. Blender
  4. Spatula
  5. Timbangan
  6. Soup ladle stainless
  7. Corong 
  8. Botol kaca 

Bahan: 

  1. Air kelapa 150 gr/L
  2. Gula 20 gr/L
  3. Agar plan 1 saset/L
  4. Pisang ambon 150gr/L
  5. Arang 1 gr/L
  6. Air steril hingga mencapai 1L (850ml)
  7. Media Murashige dan Skoog (MS) 4,43 gr/L

Langkah Kerja membuat media sebanyak 2L: 

  1. Sterilisasi alat atau botol dan tutup karet ke dalam autoclave selama 30 menit. 
  2. Mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan. 
  3. Menyiapkan air kelapa sebanyak 300ml. 
  4. Menimbang gula sebanyak 40gr dan kemudian masukan kedalam larutan air kelapa. 
  5. Menimbang MS sebanyak 4,43 gr/L sebanyak 2x sehingga memperoleh 8,46 gr MS. Kemudian dimasukkan ke dalam larutan air kelapa. 
  6. Kemudian menimbang 300 gr pisang dan di blender hingga halus. Kemudisn memasukkannya kedalam larutan air kelapa. 
  7. Selanjutnya memasukkan 2 gr arang dan 2 saset agar-agar plan kedalam larutan air kelapa.
  8. Setelah seluruh bahan tercampur rata kemudian ditambahkan air steril hingga mencapai 2L. 
  9. Langkah berikutnya adalah memasak larutan menggunakan panci dengan api kecil cenderung sedang hingga larutan mendidih. 
  10. Setelah mendidih larutan dimasukkan kedalam botol kultur jaringan menggunakan corong sebanyak 1 soup ladle. Jika seluruh larutan sudah habis kemudian botol di tutup menggunakan penutup karet dan kembali di sterilisasi ke dalam autoclave selama 1 jam. 
  11. Setelah sterilisasi media, kemudian media di rebahkan secara horizontal, diberikan label, dan disimpan dalam lemari penyimpanan.
  12. Media sub-kultur didiamkan kurang lebih 3-7 hari sebelum bisa digunakan untuk menanam tanaman, untuk melihat apakah media yang dibuat mengalami kontaminasi bakteri/jamur atau tidak. Jika media tetap bersih dan tidak ada berwarna putih akibat kontaminasi bakteri, artinya bahwa media dapat digunakan untuk multiplikasi sub-kultur. 

Dokumentasi kegiatan: 

Gambar 1. Sterilisasi Botol untuk Media Tanam menggunakan Autoclave
(Dokumentasi Pribadi)
 
Gambar 2. Menimbang Media MS, Gula dan Bahan lainnya
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3. Memanaskan semua Bahan larutan menggunakan Panci
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 4. Memasukan Larutan Media ke dalam Botol Kaca yang sudah Disterilisasi
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 5. Pelabelan Media Tanam Sub Kultur
(Dokumentasi Pribadi)

Monday, September 25, 2023

Activity Week 1

Halo 

Perkenalkan saya Anggei Trinita mahasiswa semester 7 dari Universitas Pendidikan Ganesha. 

    Pada blog kali ini, saya akan menceritakan keseruan selama minggu pertama penerjunan magang di UPTD. BPPSTPHBUN yang berlokasi di Jl. Raya Denpasar, Luwus, Kec. Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali 82191. 

    Diawal kedatangan saya bersama 3 rekan yang lainnya pada tanggal 19 September 2023. Saya langsung bertemu dengan mentor kami selama magang di Luwus yaitu Bapak I Wayan Suartana. Kami disambut dengan baik oleh Beliau. Beliau memberikan pengarahan terikait kegiatan yang ada di perkebunan Luwus. Kami bersama dengan mentor melaksanakan survey lokasi, Adapun beberapa tempat kegiatan yaitu, (1) Lapangan tempat perbanyakan benih tanaman jenis durian dan jeruk, (2) Laboratorium Anggrek, dan (3) Jamur. 

 

        Di awal minggu pertama ini saya dan rekan-rekan diberikan kesempatan untuk belajar bersama di laboratorium anggrek. Di laboratorium Anggrek kami ditemani dan dibantu oleh 5 orang pegawai. Salah satunya adalah Ibu Kadek Dwi pegawai laboratorium anggrek. Selama sepekan ini kegiatan saya dan rekan-rekan yang lainnya diawali dengan pembersihan area lingkungan laboratorium dan taman anggrek. 




Kegiatan berikutnya yang saya lakukan adalah: 

- Menyiapkan media tanam tanaman varietas Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis). Media tanamnya berupa arang dan  Sphagnum moss (lumut sphagnum). 

- Menyiapkan pot hitam besar, kemudian ditambahkan arang hingga setengah pot. Kemudian bibit tanaman Anggrek bulan yang masih di dalam pot plastik kecil diambil dan dipindahkan kedalam pot hitam yang lebih besar. 

- Selanjutnya di isi dengan moss yang sudah  dibasahi agar menjaga kelembapsn tanaman anggrek bulan. 

- Kemudian pot-pot kecil yang tidak di pakai di strelisisasi kembali untuk digunakan pada bibit tanaman anggrek berikutnya. 




    Selain pemindahan tanaman anggrek, saya juga diajarkan untuk pemindahan dan peremajaan tanaman Wijaya Kusuma (Epiphyllum oxypetalum (DC.) Haw.) dan Anggrek Onchidium Golden Shower (Oncidium sp.). Prosedur kerjanya pun tetap sama dengan pemindahan bibit tanaman anggrek bulan. 

    Di kebun anggrek, tidak hanya pembibitan anggrek saja tetapi juga ada pembibitan tanaman cabai rawit (Capsicum annuum L.). Kegiatan yang dilaksanakan yaitu: 

- Menyiapkan media tanam berupa tanah subur yang dicampur dengan sekam padi dan ditambah dengan pupuk NPK. Tujuannya adalah supaya media tanam tidak padat dan bibit tanaman cabai dapat nutrisi air yang cukup hingga ke akarnya. 

- Setelah itu memilih bibit tanaman cabai yang unggul dengan ukuran yang sudah besar dengan kondisi batang yang tegak lurus dan sehat. Bibit tanaman cabai yang kuning dan kecil tidak digunakan. 

- Kemudian menyiapkan polybag besar yang sudah diisi setengah nya dengan tanah subur yang sudah dicampur dengan pupuk dan sekam.


- Memindahkan bibit cabai ke dalam polybag besar dengan hati-hati dan diisi lagi menggunakan tanah subur hingga volumenya memenuhi permukaan polybag. 

- Kegiatan ini terus diulangi hingga semua bibit tanaman cabai habis.

 
        
    Setelah kegiatan pemindahan media tanam selesai, dilanjutkan dengan sterilisasi alat yang digunakan. Sterilisasi dilakukan dengan cara sebagai berikut: 

  1. Mempersiapkan satu ember besar dan satu ember kecil kemudian isi menggunakan air bersih hingga volume air memenuhi ember. 
  2. Setelah penuh, air diisi dengan sabun dan alkohol atau desinfektan agar bersih. 
  3. Botol kaca bekas kultur jaringan yang sudah terkontaminasi bakteri dan tidak tumbuh dibersihkan dengan membuka tutup karet dan mengeluarkan seluruh isi sub kultur menggunakan pinset panjang yang kemudian dibuang ke dalam wadah panci. 
  4. Boyol kaca selanjutnya dimasukan dan direndam kedalam ember yang berisi sabun dan desinfektan. 
  5. Setelah di rendam beberapa menit kemudian dilanjutkan dengan membersihkan kotoran yang ada di dalam botol kaca yang masih tertinggal menggunakan kawat, yaitu digosok hingga bersih dari kotoran agar nantinya tidak ada kontaminasi bakteri. 
  6. Botol kaca harus benar-bernar bersih terutama di bagian bawah botol karena sulit terjangkau sehingga kemungkinan masih ada kotoran yang tertinggal. 
  7. Setelah digosok dan bersih kemudian botol kaca dipindahkan ke dalam ember yang berisi air bersih untuk dibilas. Sebelum di simpan di cek kembali kebersihannya agar tidak ada kotoran yang masih tertinggal.
  8. Setelah itu botol yang sudah bersih dipindahkan ke dalam keranjang dan disimpan.

   



 Baiklah, sekian kegiatan saya selama minggu pertama ini di UPTD. BPPSTPHBUN. Saya merasa tertarik untuk terus belajar mengenai tanaman, apalagi bantu dengan mentor-mentor hebat dan berpengalaman. 

SEMANGATTTT🌈💪🫡

Dokumentasi lain:












Popular Posts

Recent Posts

Widget

Copyright © Pengalaman Magang di UPTD BPPSTPHBUN LUWUS | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com