Monday, December 11, 2023

Memupuk dengan Teknik Kocor menggunakan Pupuk NPK pada Tanaman Jeruk Tejakula

 Memupuk dengan Teknik Kocor menggunakan Pupuk NPK pada Tanaman Jeruk Tejakula  

    Memupuk merupakan kegiatan pemeliharaan pada tanaman hortikultura. Kegiatan memupuk terdapat 2 teknik yaitu teknik sebar dan teknik kocor. Pada pemupukan kali ini, Bibit tanaman Jeruk Tejakula yang sudah dioker dan disulam yang berada di screen house dipupuk dengan menggunakan teknik kocor dengan memanfaatkan alat mesin power agar memudahkan proses pemupukan karena terdapat ribuan bibit tanaman jeruk tejakula yang harus di pupuk. Memupuk menggunakan pupuk NPK dengan sistem kocor menggunakan mesin power yang dikocorkan pada bibit tanaman jeruk tejakula. Komposisinya yaitu 1 liter air yang dicampurkan dengan 2gr pupuk NPK. Yang kemudian diaduk hingga tercampur rata kemudian di kocorkan pada bibit tanaman jeruk Tejakula. Kegiatan pemupukan dilakukan. 


Cara pemupukan: 

  1. Pertama, mempersiapkan gentong 56 liter dan mesin power untuk digunakan memupuk
  2. Kemudian masukan pupuk NPK sebanyak 2 gr kedalam 1 L air. 
  3. Dicampurkan hingga pupuk NPKnya larut kedalam air. 
  4. Kemudian menyalakan mesin power untuk menyemprotkan pupuk pada bibit tanaman
  5. Bagian yang dikocor adalah bagian tanaman yang ada di dekat perakarannya. Dikocor hingga ke seluruhan tanaman jeruk sebanyak 200 ml per tanaman.

Dokumentasi kegiatan:

Sunday, November 5, 2023

Cara Menanam Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.) dari Batang dan Pembuatan Media Tanamnya

Cara Menanam Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.) dari Batang dan Pembuatan Media Tanamnya

    Di Kebun Luwus, khususnya di taman anggrek tidak hanya terdapat kegiatan kultur jaringan, pembibitan cabai saja, tetapi juga ada kegiatan penanaman tanaman Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.). Tanaman puring merupakan jenis tanaman hias perdu yang memiliki vaerietas cukup bervasiasi dan perkembangbiakannya cukup mudah dan tanaman ini mudah beradaptasi pada suatu lingkungan tertentu. 

Persiapan Media Tanam

Cara dalam menanam tanaman puring terbilang cukup mudah untuk dilakukan. Sebelum penanaman puring, sama hal nya dengan menanam tanaman lain hal yang pertama kali yang perlu dipersiapkan adalah media tanamnya. Meskipun tanaman puring ini terbilang cukup mudah untuk tumbuh dan beradaptasi pada lingkungan tertentu, namun penting pula untuk mempersiapkan media tanam yang terbaik supaya tanaman puring dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Persiapan media tanam dilakukan dengan mempersiapkan tiga komposisi utama  yakni: 1) Tanah subur; 2) Sekam; dan 3) Pupuk Kandang (Sapi). Tiga komposisi dicampur menjadi satu. Tanah subur bertujuan untuk membantu Langkah berikutnya adalah memasukkan media tanam ke dalam polybag yang berukuran kecil.  Setelah itu polybag ditata dengan 10 polybag pada tiap barisnya. 



Penanaman Tanaman Puring (Codiaeum variegatum (L.) A. Juss.)

Langkah pertama yang dilakukan dalam penanaman tanaman puring dari batang adalah pemilihan batang yang terlihat kuat,  batang terlihat kokoh,kurang lebih ukuran diameternya sebasar pensil, panjangnya 20 cm. Batang kemudian di potong menggunakan gunting khusus untuk memotong tanaman. Setelah itu batang di rendam dengan menggunakan ember selama 2-3hari. Kemudian batang ditancapkan pada media tanam polybag  yang sudah di tata sebelumnya. Langkah berikutnya adalah pemeliharaan tanaman dengan menyiram dan menyiang tanaman jika terdapat gulma yang tumbuh disekitar bibit tanaman puring. 

Friday, November 3, 2023

Pembibitan dan Pemasangan Ajir Tanaman Cabai Rawit Variertas Sret

 Proses Pembibitan Tanaman Cabai Rawit Variertas Sret

        Pembibitan merupakan awal dari kegiatan penanaman bibit siap tanam. Pembibitan dilakukan mulai dari penanaman biji hingga tanaman muncul tanaman muda dan memiliki akar. Namun pada kegiatan pembibitan yang dilakukan di kebun luwus, bibit tanaman cabai sudah tumbuh menjadi tanaman di dalam tray dan siap untuk di perbanyak dan dipindahkkan ke dalam polybag yang lebih besar. Kegiatan yang saya lakukan pertama adalah mempersiapkan media tanam untuk tanaman cabai. Untuk proses pembuatan media tanam dapat di lihat pada link berikut:  https://ceritamagangpendidikanbiologi.blogspot.com/2023/10/pembuatan-media-tanam.html

Setelah membuat media tanam, kegiatan selanjutnya adalah pemindahal bibit tanaman cabai dari tray ke dalam polybag. Sebelumnya polybag di tata dengan rapi dengan masing-masing baris berjumlah 10 polybag. Kemudian untuk menanam bibit, tanah yang ada dipolybag dilubangi menggunakan kayu runcing untuk memudahkan menanam bibit cabai. Bibit cabai dipindahkan dari tray dengan hati-hati. Untuk mengambil bibit cabai dari tray menggunakan alat khusus/pisau untuk memudahkan pengambilan bibit karena tanah tidak boleh hancur saat dipindahkan ke dalam polybag untuk mencegah kematian pada bibit tanaman cabai. 

        Barulah setelah dipindahkan dan ditanam dalam polybag, langkah berikutnya memadang ajir. Ajir merupakan sebuah alat yang dibuat dari batang kayu atau bambu yang dipotong sepanjang 30-50cm dengan diameter 2-4 cm. Pemasangan ajir dengan cara menancapkan bambu disamping bibit tanaman yang sudah ditanam, jaraknya sekitar 1-2cm dari bibit tanaman yang tujuannya adalah agar tidak mengenai akar tanaman. Setelah memasang ajir, barulah tanaman diikat bersama dengan bambu tersebut. Pengikatan menggunakan tali rafia seperti membentuk angka 8 (delapan). Pengikatan bertujuan agar tanaman tumbuh tegak keatas mengikuti struktur ajir yang dipasang, dan sebagai penopang atau penyangga agar tanaman cabai tidak mudah rebah/roboh. Sehingga tanaman lebih terlihat tegak lurus dan kokoh. 

Wednesday, November 1, 2023

Media MS (Murashige dan Skoog) sebagai Media Dasar dalam Kultur Jaringan

  Pembuatan Media Tanam Tanaman Anggrek Bulan Menggunakan Media MS

    Pembuatan media tanam tanaman anggrek saya lakukan bersama dengan rekan-rekan yang lainnya. Media yang kami buat sebanyak 2 liter. Adapun beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media. 

Alat: 

  1. Gelas ukur 1L dan 2L
  2. Panci 
  3. Blender
  4. Spatula
  5. Timbangan
  6. Soup ladle stainless
  7. Corong 
  8. Botol kaca 

Bahan: 

  1. Air kelapa 150 gr/L
  2. Gula 20 gr/L
  3. Agar plan 1 saset/L
  4. Pisang ambon 150gr/L
  5. Arang 1 gr/L
  6. Air steril hingga mencapai 1L (850ml)
  7. Media Murashige dan Skoog (MS) 4,43 gr/L

Langkah Kerja membuat media sebanyak 2L: 

  1. Sterilisasi alat atau botol dan tutup karet ke dalam autoclave selama 30 menit. 
  2. Mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan. 
  3. Menyiapkan air kelapa sebanyak 300ml. 
  4. Menimbang gula sebanyak 40gr dan kemudian masukan kedalam larutan air kelapa. 
  5. Menimbang MS sebanyak 4,43 gr/L sebanyak 2x sehingga memperoleh 8,46 gr MS. Kemudian dimasukkan ke dalam larutan air kelapa. 
  6. Kemudian menimbang 300 gr pisang dan di blender hingga halus. Kemudisn memasukkannya kedalam larutan air kelapa. 
  7. Selanjutnya memasukkan 2 gr arang dan 2 saset agar-agar plan kedalam larutan air kelapa.
  8. Setelah seluruh bahan tercampur rata kemudian ditambahkan air steril hingga mencapai 2L. 
  9. Langkah berikutnya adalah memasak larutan menggunakan panci dengan api kecil cenderung sedang hingga larutan mendidih. 
  10. Setelah mendidih larutan dimasukkan kedalam botol kultur jaringan menggunakan corong sebanyak 1 soup ladle. Jika seluruh larutan sudah habis kemudian botol di tutup menggunakan penutup karet dan kembali di sterilisasi ke dalam autoclave selama 1 jam. 
  11. Setelah sterilisasi media, kemudian media di rebahkan secara horizontal, diberikan label, dan disimpan dalam lemari penyimpanan.
  12. Media sub-kultur didiamkan kurang lebih 3-7 hari sebelum bisa digunakan untuk menanam tanaman, untuk melihat apakah media yang dibuat mengalami kontaminasi bakteri/jamur atau tidak. Jika media tetap bersih dan tidak ada berwarna putih akibat kontaminasi bakteri, artinya bahwa media dapat digunakan untuk multiplikasi sub-kultur. 

Dokumentasi kegiatan: 

Gambar 1. Sterilisasi Botol untuk Media Tanam menggunakan Autoclave
(Dokumentasi Pribadi)
 
Gambar 2. Menimbang Media MS, Gula dan Bahan lainnya
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3. Memanaskan semua Bahan larutan menggunakan Panci
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 4. Memasukan Larutan Media ke dalam Botol Kaca yang sudah Disterilisasi
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 5. Pelabelan Media Tanam Sub Kultur
(Dokumentasi Pribadi)

Mengoker: Tujuan, Kegunaan, dan Prosedur Kerja Mengoker Jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula)

 Mengoker Jeruk Tejakula dari Bedengan menggunakan Alat Khusus dan dipindahkan ke Polybag

    Istilah mengoker merupakan pengambilan bibit tanaman yang sudah siap disalurkan (setelah mendapatkan label) menggunakan alat khusus. Pengambilan bibit dilakukan apabila perbanyakan benih dilakukan di lahan dengan pembuatan bedengan (gundukan) yang kemudian bibit tersebut dipindahkan ke polybag. 

Tujuan Kegiatan Mengoker Jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula)

    Pemindahan bibit tanaman ke dalam media tanam pada polybag biasanya dikenal dengan replanting (Parwati, Y. 2020). Di Lahan UPTD. BPPSTPHBUN okulasi bibit tanaman yang sudah mencapai umur 3 bulan untuk perbanyaka yang dilakukan menggunakan bedengan nantinya akan dipindahkan ke polybag untuk siap di salurkan ke masyarakat.

Kegunaan Kegiatan Mengoker Jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula)

  • Meningkatkan ruang tumbuh tanaman jeruk. Karena dengan pemindahan tanaman ke dalam polybag memberikan ruang tumbuh yang lebih besar.
  • Untuk meningkatkan estetika dan menambah nilai jual tanaman jeruk. 
  • Memudahkan penyaluran bibit tanaman jeruk. Biasanya bibit tanaman jeruk dijual menggunakan polybag-polybag. Hal ini memudahkan bagi penjual untuk menyalurkan bibit. 

Prosedur Kerja Mengoker Jeruk Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula)

    Kegiatan ini dilakukan apabila tanaman jeruk yang ditanam pada bedengan, karena kegiatan ini merupakan kegiatan pemindahan bibit tanaman jeruk ke dalam polybag. Menurut petani yang bekerja di lahan, tidak semua bibit tanaman jeruk dapat dipindahkan ke dalam polybag, terdapat beberapa kriteria untuk memindahkan bibit yang baik, antara lain:

  1. Kondisi tanaman jeruk sehat. 
  2. Mata tempel sudah tumbuh tinggi dan berkembang menjadi bibit tanaman.
  3. Warnanya sudah hijau tua, jika warna daun dan batangnya masih hijau mudah belum bisa di pindahkan ke polybag.
  4. Memiliki batang yang hijau, kuat, dan kokoh.

    Setelah memilih tanaman jeruk yang siap di pindahkan, barulah tanaman diambil dengan cara di cungkil menggunakan alat khusus berupa linggis dengan kedalaman 10cm kemudian jika perakarannya masih panjang maka di potong. Proses ini dilakukan di sekitar tanaman (disamping-samping bibit tanaman yang akan diambil) hingga membentuk setengah lingkaran kemudian diakhir di cungkil kembali hingga tanaman dan tanahnya tercabut. Menurut petani, tanahnya tidak boleh pecah saat proses pengambilan atau, karena dapat menyebabkan kematian pada bibit tanaman. Diusahakan tanah dan bibit tanamannya tetap menyatu. Namun untuk tanaman jeruk lebih tahan ketika tanahnya pecah dari pada tnaamn durian. Akan tetapi harus segera dipindahkan ke media tanam yang baru dan segera disiram agar bibit tanaman jeruk tidak cepat layu dan mati. 

Sumber: 

  1. Parwati, Y. N. K. 2020. Diskusi Pemindahan Bibit Tanaman. https://kkn.undiksha.ac.id/blog/diskusi-pemindahan-bibit-ke-polybag [Diakses pada 01 November 2023].

Dokumentasi Kegiatan: 

Gambar 1. Kegiatan Mengoker 
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 2. Kegiatan Pemindahan Bibit Tanaman ke Media Tanam Baru 
(Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3. Kegiatan Pemindahan Bibit Tanaman ke Media Tanam Baru 
(Dokumentasi Pribadi)


Tuesday, October 31, 2023

Perbanyakan tanaman Durian Otong: Okulasi Durian Otong dengan Sambung samping?

Okulasi Tanaman Durian Otong: Perbanyakan tanaman Durian Otong dengan Sambung samping?

    Teknik perbanyakan vegetatif yang dilakukan secara okulasi dapat melalui penggabungan antara batang atas (mata tempel) atau entres dengan batang bawah (rootstock) yang mempunyai karakteristik atau sifat yang berbeda-beda (Yanengga & Tuhuteru, 2020). Menurut Savitri & Afrah, 2019, teknik perbanyakan vegetatif buatan melalui metode sambungan berperan dalam  memperoleh sifat-sifat dari tetua, memperoleh tanaman yang kokoh, serta memperbaiki jenis tanaman yang sesuai dengan keingingan,  hal ini dapat mempercepat pertumbuhan dan  batang yang dihasilkan tegak serta pohon berbuah. Adapun macam-macam teknik sambungan yaitu sambung sisip (sambung samping) dan sambung pucukKeberhasilan okulasi (grafting) salah satunya dapat dilihat dari munculnya tunas baru dari tunas tempel saat umur 2-3 minggu setelah dilakukannya okulasi (grafting) (Rahmatika, Widyana, and Fajar S., 2018).

Persiapan Batang Bawah Durian Otong:  dengan pembibitan durian lokal



    Sebelum okulasi tanaman durian, dilakukan pembibitan dengan menanam bibit durian sebagai batang bawah untuk nantinya ditempelkan dengan entres durian yang dipilih. Untuk batang bawah, varietas durian yang digunakan adalah durian lokal, karena durian lokal resisten terhadap hama penyakit, lebih kuat, kokoh, lebih mudah dikembangkan, kemampuan hidupnya lebih tinggi. Langkah kerja yang harus dilakukan adalah: 
  1. Memilih biji durian lokal yang baik, memiliki bentuk yang bulat, tidak kisut atau peset atau mengkerut, tidak rusak, kulit biji tidak robek, dan kualitas biji yang baik. 
  2. Setelah memilih biji yang baik, kemudian biji di cuci menggunakan air mengalir hingga terpisah dari daging buahnya. karena jika daging buah masih menempel pada biji kemungkinan terjadi kontaminasi jamur pada bibit tanaman, yang menyebabkan bibit tidak mau tumbuh, busuk, bahkan mati. 
  3. Kemudian, biji yang sudah dicuci, dikeringkan dan ditanam pada media tanam yang sudah disiapkan sebelumnya. Biji ditanam dengan membenamkan sebagian biji ke dalam tanah dan sebagian lagi muncul kepermukaan tanah.hal ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan dan meminimalisir terjadinya kontaminasi jamur. Karena apabila dibenamkan seluruh biji ke dalam tanah pertumbuhannya lambat bahkan biji dapat mengalami dormansi. Biji dapat ditanam pada polybag dan juga pada media tanam bedengan di lahan. 
  4. Setelah ditanam, biji di siram dan umur 2-3 minggu biji sudah mulai tumbuh. Untuk mencapai panjang 30 cm atau siap untuk di okulasi membutuhkan waktu selama 3-4 bulan, tergantung pertumbuhan dari tanaman durian lokal. 
  5. Selanjutnya masuk ke tahap okulasi tanaman durian. 

Okulasi Durian variertas Otong (Durio zibethinus murr)

    Teknik Okulasi yang diterapkan di kebun Luwus untuk jenis tanaman durian adalah teknik sambung samping. Teknik sambung samping merupakan modifikasi teknik okulasi. Pelaksanaan teknik sambung samping yaitu sebagai berikut,

  1. Palaksanaan penyambungan diawali dengan mempersiapkan alat berupa pisau tajam atau cutter, alkohol 70%, dan plastik.
  2. Pelaksanaan penyambungan diawali juga dengan menyiapkan entres dari tanaman durian varietas Otong. Pengambilan entres dari pohon induk dengan memperhatikan pucuk daun dengan memilih daun yang tidka terlalu tua dan tidak terlalu muda, daun nya tidak terserang penyakit atau bintik-bintik (bercak-bercak), memilih pucuk yang tidak ada percabangan lagi dibagian pucuknya, selain itu harus terdapat tunas kecil yang tumbuh di ketiak daunnya karena tunas tersebut yang akan disambungkan pada batang bawah. 
  3. Selanjutnya, membuat jendela sambungan pada batang bawah dengan ukuran 1 jengkal atau 20 cm dari tanah. Caranya dengan menyayat kulit batang bawah mendatar dan menurun seperti huruf T kemudian kulit batangnya di buka. Setelah dibuah, kemudian dibuat sayatan  kedua lagi di atas jendela sayatan pertama dengan teknik sayat samping sekitar 2 cm. 
  4. Kemudian menyayat entres meruncing agar mudah di tempelkan pada batang bawah. 
  5. Penyambungan dilakukan dengan menyisipkan entres yang sudah diruncingkan ke dalam jendela sambungan hingga benar-benar tersisipi dan tidak goyang. 
  6. Selanjutnya, sambungan diikat dengan plastik okulasi yang dimulai dari bagian bawah keatas secara rapat. Tujuannya agar air tidak masuk ke dalam sambungan, dan mencegah terjadinya kontaminasi dan kegagalan pada sambungan durian. 
  7. Setelah umur 2-3 minggu jika ciri-ciri sambungan berwarna coklat tua, tidak ada perkembangan pada mata tunas di sambungannya yang artinya entres mati atau gagal berkembang. Sedangkan jika setelah 2-3 minggu ada pertumbuhan dari tunasnya berarti okulasi berhasil. 
  8. Selajutnya untuk pemeliharaan tanaman dilakukan dengan cara yakni meliputi penyiraman, penyiangan gulma dan pengendalian OPT atau hama penyakit. 

Sumber:

  1. Fitriyanto,I. A., Karno, dan B. A. Kristanto. 2019. The success of side grafting of durian plants due to the concentration of IAA (Indole Acetic Acid) and different age of rootstock). J. Agro Complex. 3(3):166-173.
  2. Hartmann, H.T., Kester, D.E., Davies Jr., F.T. and Geneve, R.L. (2010) Plant Propagation: Principles and Practices. 8th Edition, Prentice-Hall, New Jersey, 915 p.
  3. Lukman, L. 2021. Buku Lapang Budidaya Durian. Jakarta: Direktorat Buah dan Florikultura. 
  4. Savitri, & Afrah. (2019). Aplikasi Teknik Sambung Pucuk (Top Grafting) Untuk Perbanyakan Tanaman Durian (durio zibethinus murr). 3(1), 40–47.
  5. Rahmatika, Widyana, and Fajar Setyawan. "Kompatibilitas Batang Bawah dengan Batang Atas pada Metode Grafting Tanaman Durian (Durio Zibethinus Murr)." Agritrop, vol. 16, no. 2, 2018, pp. 268-275, doi:10.32528/agritrop.v16i2.1810. 
  6. Yanengga, Y., & Tuhuteru, S. (2020). Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Nasa dalam Meningkatkan Produktivitas Bawang Merah di Daerah Wamena. Agroteknika, 3(2), 85–98. https://doi.org/10.32530/agroteknika.v3i2.78


Dokumentasi: 

Gambar 1. Pembuatan Sayatan Pertama pada Batang Bawah dengan Cara Mendatar dan Menurun seperti Huruf T



Gambar 2. Mempersiapkan entres, Menyayat entres dan Menyisipkan atau Menempelkan pada Batang Bawah.

Gambar 3. Mengikat Entres Menggunakan Plastik dari Bawah Keatas.

Gambar 4. Kegiatan Okulasi dengan Media Tanam di polybag

Gambar 4. Kegiatan Okulasi bersama Petani


Monday, October 30, 2023

Pemupukan Durian dengan Sistem Kocor: Cara Paling Optimal dalam Mempercepat Pertumbuhan Tanaman

Pemupukan Durian dengan Sistem Kocor: Cara Paling Optimal dalam Mempercepat Pertumbuhan Tanaman

        Pupuk merupakan suatu komponen yang penting dalam pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Dalam pemeliharaan suatu tanaman, salah satu teknik yang digunakan yakni dengan memupuk tanaman. Metode memupuk sangat berperan dalam keberhasilan tanaman produksi. Dengan memupuk dapat mengoptimalkan pertumbuhan, perkembangan serta produktivitas suatu tanaman. Pemupukan berperan dalam mengganti hilangnya unsur hara serta menambah kesediaan unsur hara yang diperlukan tanaman dalam meningkatkan kualitas dan produksi  tanaman.

      
    Di UPTD. BPPSTPHBUN, teknik memupuk menggunakan Pupuk NPK yang dilakukan ada 2 sistem, yakni sistem tabur dan dikocor. Dari kegiatan yang dilakukan di kebun luwus, untuk sistem tabur dilakukan saat pengolahan lahan, untuk mengembalikan kondisi tanah dan kesuburan tanah. Biasanya dilakukan saat mengolah tanah yang kering ketika membuat bedengan atau gundukan sebelum menanam bibit tanaman. Sedangkan untuk sistem kocor biasanya dilakukan ketika tanaman sudah tumbuh untuk menjaga dan meningkatkan kualitas tanaman. 


    Teknik memupuk pada perbanyakan tanaman yang sudah tumbuh adalah formulasi cair dengan teknik dikocor. Bahan yang digunakan adalah pupuk NPK yang dicairkan dengan dicampur menggunakan air.  Konsentrasi yang digunakan adalah 2gr/L air. Pupuk NPK termasuk dalam pupuk majemuk karena mengandung tiga unsur sekaligus (NPK) dan sering disebut pupuk lengkap. Menurut Purba, T., Ringkop, S., dkk. 2021, Pupuk NPK dimanfaatkan pada tanaman untuk menyeimbangkan unsur hara makro dan mikro pada tanah. Kandungan unsur hara dari pupuk NPK  sangat dibutuhkan oleh tanaman, seperti nitrogen (N), fosfat (P), kalium (K), magnesium (Mg), dan kalsium (Ca). Pupuk  NPK memiliki komposisi yaitu N sebanyak 15%, fosfat dalam bentuk P2O5 sebanyak 15%, K sebanyak 15%, S sebanyak 10% dan unsur lainnya. Unsur N, P, dan K merupakan unsur hara esensial bagi tanaman dan berperan sebagai faktor batas bagi pertumbuhan tanaman. Peningkatan dosis pemupukan nitrogen pada tanah secara langsung mampu meningkatkan kadar protein dan produksi suatu tanaman, namun jika unsur N saja yang terpenuhi tanpa unsur P dan K mengakibatkan mudah rebahnya tanaman, lebih peka terhadap serangan hama penyakit dan mennyebabkan penurunan  kualitas produksi tanaman (Tuherkih & Sipahutar, 2008).

Pemupukan pada tanaman tahunan

    Pada tanaman tahunan/tanaman perkebunan seperti durian otong dapat diaplikasikan dengan menggunakan sistem kocor, dengan cara dikocorkan ke sekitar perakaran tanaman. Aplikasi pupuk NPK dalam tanaman yang dilakukan di kebun Luwus adalah dengan sistem kocor, yaitu menggunakan NPK yang dicampurkan ke dalam air, formulasi NPK adalah 2gr/L air.  Pemupukan dengan sistem kocor merupakan suatu teknik atau metode yang digunakan dalam memupuk tanaman yang dilakukan dengan cara melarutkan pupuk NPK kedalam 1 liter air bersih. Larutan pupuk NPK siap diaplikasikan ke tanaman. Aplikasi pemupukan dilakukan terhadap setiap tanaman dengan memberikan larutan NPK 1 centong kecil/tanaman yang dikocorkan dekat dengan perakaran bibit tanaman. 


Gambar 1. Sistem pemupukan dengan sistem tabur (kiri) dan dikocor (kanan). 


Sumber: 

  1. Tuherkih, E., & Sipahutar, I. A. (2008). Pengaruh Pupuk NPK Majemuk (16:16:15) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L) di Tanah Inceptisols. Balai Penelitian Tanah, 77–90.
  2. Purba, T., Ringkop, S., dkk. 2021. Pupuk dan Teknologi Pemupukan. Medan: Yayasan Kita Menulis. 
  3. Asri, M., Hardian, N., dkk. 2023. Kesuburan dan Pemupukan Tanah. Palembang: Yayasan Kita Menulis. 

Saturday, October 21, 2023

Pengelolaan Lahan

Pengelolaan Lahan

    Pengelolaan lahan merupakan tahap awal dari budidaya tanaman dan salah satu teknik yang dilakukan sebelum memulai menyemai atau pembibitan tanaman. Pengelolaan lahan dilakukan agar kondisi tanah yang tadinya tidak siap untuk ditanam menjadi siap untuk ditanam selain itu juga untuk mengembalikan kesuburan dan tekstur tanah agar nantinya tanaman dapat tumbuh dengan mudah menembus tanah. Pengelolaan atau pengolahan tanah yang dilakukan di lapangan latau lahan jeruk dan durian UPTD. BPPSTPHBUN adalah membuat bedengan dan pemasangan mulsa plastik. Kegiatan membuat bedengan dan pemasangan mulsa plastik dapat dijabarkan sebagai berikut. 

Pembuatan Bedengan (Gundukan)

    Bedengan atau yang lebih dikenal dengan gundukan merupakan tanah yang dibentuk meninggi seperti sebuah gundukan memanjang. Bedengan yang dibuat pada lahan, sebelumnya tanah telah digemburkan terlebih dahulu untuk mengembalikan kesuburan tanah dan teksur tanah agar nantinya tanaman yang tumbuh dengan mudah untuk menembus tanah yang gembur. Pembuatan bedengan dengan cara meninggikan tanah dengan kontur tanah menyerupai lereng sehingga bentuknya seperti gundukan. Alat yang digunakan adalah cangkul  dengan cara mencangkul tanah hingga membentuk gundukan. Fungsi dari pembuatan bedengan adalah untuk mempermudah dalam pembuangan air ketika hujan karena adanya selokan-selokan dibawah bedengan, memudahkan tanaman meresap air atau menjaga ventilasi udara tetap baik dan aliran air bagi tanaman, tanaman dapat tertara dengan rapi, memudahkan melakukan penyirapan, pemupukan, dan pengendalian hama, serta menjaga kelembapatan tanah.  

    Kegiatan yang saya lakukan adalah pengolahan tanah dengan membuat bedengan untuk menanam batang bawah yang akan menjadi batang induk untuk okulasi tanaman jeruk Tejakula. Adapun langkah-langkah yang dilakukan yaitu sebagai berikut: 

  • Sebelum membuat bedengan, tanah digemburkan terlebih dahulu
  • Kemudian tanah dicangkul dan dibuat seperti gundukan memanjang. 
  • Tanah yang kering diirigasi menggunakan air mengalir untuk mengembalikan kelembapan tanah. 
  • Setelah itu, tanah diberikan campuran Pupuk Kompos, Pupuk NPK, dan Kapur Dolomit disebar di atas tanah secara merata. Tujuan dari pemberian pupuk ini adalah untuk mempersiapkan tanah yang baik untuk pertumbuhan batang bawah sehingga kondisi unsur-unsur hara tanah kembali dan tanaman jeruk dapat tumbuh maksimal. 

Komposisi: 

  • Pupuk Kompos: Pupuk kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang telah mengalami proses penguraian mikroorganisme dengan bahan organik. Selain itu juga menggunakan pupuk kotoran sapi. 
  • Pupuk NPK: Pupuk sintentik yang sering digunakan oleh para petani adalah pupuk NPK. Pupuk NPK adalah pupuk yang memilik kandungan tiga unsur hara makro, yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). unsur hara makro baik bagi pertumbuhan tanaman. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa unsur hara makro tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara nyata dan signifikan. 
  • Dolomit adalah kapur yang digunakan untuk keperluan pertanian. Kapur ini mengandung kalsium (CaO) dan Magnesium (MgO). Kapur dolomit mengandung unsur hara kalsium oksida (CaO) dan juga magnesium oksida (MgO) dengan kadar yang cukup tinggi hal ini dapat menetralkan pH tanah. Kegunaan utama dolomit yaitu untuk meningkatkan pH tanah maupun air serta menetralkan kadar keasaman tanah.

Popular Posts

Recent Posts

Widget

Copyright © Pengalaman Magang di UPTD BPPSTPHBUN LUWUS | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com