Thursday, January 4, 2024

Pembuatan Media Tanam Kultur Jaringan dengan Racikan Unsur Hara Mikro dan Makro

 Pembuatan Media Tanam Kultur Jaringan dengan Racikan Unsur Hara Mikro dan Makro


Di UPTD. BPPSTPHBUN dalam proses pembuatan media tanam khususnya di laboratorium anggrek menggunakan dua cara yakni dengan cara instan menggunakan agar-agar instan dan media MS (yang didalamnya sudah mengandung unsur hara mikro dan makro), sedangkan cara racikan adalah menambahkan unsur hara makro dan mikro secara terpisah dan melakukan pengaturan pH media tanamnya menggunakan pH meter digital. 

Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media tanam untuk kultur jaringan, yakni sebagai berikut: 

Alat: 

  • Gelas ukur 1L dan 2L
  • Panci 
  • Blender
  • Spatula
  • Timbangan
  • Soup ladle stainless
  • Corong 
  • Botol kaca 
  • pH Meter

Bahan: 

  • Buah pisang hijau/ambon (150 gr.L air)
  • Air kelapa (150 ml)
  • Arang aktif 2gr/L
  • Gandasil 2 gr/L
  • agar-agar 8gr/L
  • gula 20 gr/L
  • Cuka 
  • Makro
    • CaCl2 2H2O : 0,33gr/L
    • KNo3 : 1.9 gr/L
    • KH2PO4 : 0,17 gr/L
    • NH4 NO3 : 1,65 gr/L
  • Mikro (Larutan stok)
    • FeSO4 : 10 ml/L
    • Na2EDTA : 10 ml/L
    • MnSO4 : 10 ml/ L
    • ZnSO4 : 10ml/L
    • H3BO3 : 10 ml/L
    • Kl : 2ml/L
    • Na2MoO4 : 2ml/L
    • Cu SO4 5H2O : 0,1ml/L
    • C0Cl2 6H2O : 0,1ml/L
  • Vitamin
    • Myomsitol 0,1 gr/L
    • Triamin 0,5 mg/L => 0,005 +100 ml = 10ml/L

Proses Kerja: 

Kegiatan ini dilaksanakan di laboratorium UPTD BPPSTPHBUN dengan pembuatan media tanam sebanyak 4 liter. Langkah-langkah yang dilakukan yakni: 

  1. Sterilisasi alat atau botol dan tutup karet ke dalam autoclave selama 30 menit. 
  2. Mempersiapkan seluruh alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan media tanam.
  3. Menimbang buah pisang sebanyak 150gr/L air dan di blender hingga halus.
  4. Mempersiapkan air kelapa sebanyak 400 ml air kelapa. 
  5. Memasukkan buah pisang dan air kelapa ke dalam panci 
  6. Menimbang seluruh bahan makro, dan dimasukkan kedalam panci
  7. Mengukur semua larutan stok menggunakan gelas ukur, dan dimasukkan ke dalam panci.
  8. Memasukkan agar-agar sebanyak 8gr/L air ke dalam larutan yang ada di dalam panci
  9. Memasukkan arang aktif sebanyak 2gr/L air  dan gula sebanyak 20gr/L dan terakhir gandasil sebanyak 2 gr/L air ke dalam panci. 
  10. Kemudian mengecek pH larutan menggunakan pH meter elektrik, dan diberi sedikit larutan cuka untuk mengatur tingkat keasaman larutan. 
  11. Langkah berikutnya adalah memasak larutan menggunakan panci dengan api kecil cenderung sedang hingga larutan mendidih. 
  12. Setelah mendidih larutan dimasukkan kedalam botol kultur jaringan menggunakan corong sebanyak 1 soup ladle. Jika seluruh larutan sudah habis kemudian botol di tutup menggunakan penutup karet dan kembali di sterilisasi ke dalam autoclave selama 1 jam. 
  13. Setelah sterilisasi media, kemudian media di rebahkan secara horizontal, diberikan label, dan disimpan dalam lemari penyimpanan.
  14. Media sub-kultur didiamkan kurang lebih 3-7 hari sebelum bisa digunakan untuk menanam tanaman, untuk melihat apakah media yang dibuat mengalami kontaminasi bakteri/jamur atau tidak. Jika media tetap bersih dan tidak ada berwarna putih akibat kontaminasi bakteri, artinya bahwa media dapat digunakan untuk multiplikasi sub-kultur.
  15. Setelah itu, media diberikan label sesuai dengan tanggal pembuatanya.
  16. Barulah Larutan siap untuk digunakan 

Dokumentasi: 










Wednesday, January 3, 2024

Pembibitan Durian Lokal sebagai Batang Bawah

 Pembibitan Durian Lokal sebagai Batang Bawah 

Persiapan Batang Bawah Durian Otong:  dengan pembibitan durian lokal



    Sebelum okulasi tanaman durian, dilakukan pembibitan dengan menanam bibit durian sebagai batang bawah untuk nantinya ditempelkan dengan entres durian yang dipilih. Untuk batang bawah, varietas durian yang digunakan adalah durian lokal, karena durian lokal resisten terhadap hama penyakit, lebih kuat, kokoh, lebih mudah dikembangkan, kemampuan hidupnya lebih tinggi. Langkah kerja yang harus dilakukan adalah: 
  1. Memilih biji durian lokal yang baik, memiliki bentuk yang bulat, tidak kisut atau peset atau mengkerut, tidak rusak, kulit biji tidak robek, dan kualitas biji yang baik. 
  2. Setelah memilih biji yang baik, kemudian biji di cuci menggunakan air mengalir hingga terpisah dari daging buahnya. karena jika daging buah masih menempel pada biji kemungkinan terjadi kontaminasi jamur pada bibit tanaman, yang menyebabkan bibit tidak mau tumbuh, busuk, bahkan mati. 
  3. Kemudian, biji yang sudah dicuci, dikeringkan dan ditanam pada media tanam yang sudah disiapkan sebelumnya. Biji ditanam dengan membenamkan sebagian biji ke dalam tanah dan sebagian lagi muncul kepermukaan tanah.hal ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan dan meminimalisir terjadinya kontaminasi jamur. Karena apabila dibenamkan seluruh biji ke dalam tanah pertumbuhannya lambat bahkan biji dapat mengalami dormansi. Biji dapat ditanam pada polybag dan juga pada media tanam bedengan di lahan. 
  4. Setelah ditanam, biji di siram dan umur 2-3 minggu biji sudah mulai tumbuh. Untuk mencapai panjang 30 cm atau siap untuk di okulasi membutuhkan waktu selama 3-4 bulan, tergantung pertumbuhan dari tanaman durian lokal. 
  5. Selanjutnya masuk ke tahap okulasi tanaman durian. 

Popular Posts

Recent Posts

Widget

Copyright © Pengalaman Magang di UPTD BPPSTPHBUN LUWUS | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com